KELANA KOTA

Kanalisasi Frontage A Yani, Polisi Berlakukan Tilang Mulai Februari

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 12 Januari 2018 | 14:26 WIB
AKBP Eva Guna Pandia Kasatlantas Polrestabes Surabaya saat melakukan sosialisasi terkait kanalisasi di Jalan Ahmad Yani. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Upaya mengurangi kemacetan di Surabaya terus dilakukan salah satunya di Jalan Ahmad Yani. Polisi melakukan kanalisasi untuk kendaraan roda dua dari Bundaran Waru masuk ke Kota Surabaya, langsung dimasukkan jalur frontage road.

Sementara untuk roda empat, kata AKBP Eva Guna Pandia Kasatlantas Polrestabes Surabaya, roda empat tetap boleh masuk ke jalur protokol.

"Pengendara yang dari arah Utara ke Selatan, di depan CITO kan ada U-Turn atau putar balik, itu hanya roda empat atau mobil saja yang diperbolehkan. Kalau untuk motor nanti putar baliknya ke bundaran Waru. Saat ini kami masih tahap sosialisasi. Jadi kalau ada pengendara yang melanggar, akan kami tegur," kata Pandia saat dihubungi suarasurabaya.net, Jumat (12/1/2018).

Pandia mengatakan sosialisasi yang sudah dilakukan sejak awal Januari itu, berlangsung cukup efektif.

"Sebagian besar masyarakat sudah mulai memahami aturan baru, ada juga yang masih melanggar. Tapi kami terus kasih arahan kepada mereka," kaat dia.

Rencananya kegiatan sosialisasi aturan baru lalu lintas di Jalan Ahmad Yani tersebut akan berlangsung hingga akhir Januari. Pada bulan Februari, pihaknya sudah memberlakukan tilang, bagi pengendara yang melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Saat ini polisi juga telah memasang sejumlah rambu-rambu lalu lintas di akses jalan masuk dari arah Sidoarjo menuju Surabaya. Tujuannya agar pengendara roda dua bisa mengambil jalur Frontage Road sisi barat Jalan Ahmad Yani. (ang/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 3
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.