KELANA KOTA

‎97 Akun FPI dan Afiliasinya Diblokir di Media Sosial

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 12 Januari 2018 | 15:36 WIB
Slamet Maarif juru bicara Front Pembela Islam (FPI) di depan gedung Capital Place kantor perwakilan Facebook di Indonesia, Jumat (12/1/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Slamet Maarif juru bicara Front Pembela Islam (FPI) menyatakan bahwa ‎97 akun FPI dan afiliasinya diblokir di media sosial.

Sekadar diketahui, FPI dan afiliasinya akan berunjuk rasa di depan kantor perwakilan Facebook, gedung Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"Aksi ini menyikapi perlakuan Facebook yang tidak adil dengan melakukan penutupan akun-akun umat Islam seperti FPI, JAS, FUI, GMJ, LDII dan PA 212 secara sepihak tanpa alasan," ujar Slamet di depan gedung Capital Place kantor perwakilan Facebook di Indonesia, Jumat (12/1/2018).

Slamet mengaku akan minta keadilan terkait penutupan akun secara sepihak itu. Sejauh ini, kata dia, sudah ada 97 Akun FPI dan afiliasinya yang diblokir di media sosial seperti Facebook, Instagram maupun Twitter.

"Jadi ada 97 Akun yang diblokir. 70 an itu di Facebook, sedangkan lainnya di Instagram dan Twitter," kata Slamet.

Bahkan, kata dia, ada akun-akun yang bergerak di bidang kemanusiaan dan mengajak Shalat pun juga diblokir.

"Bayangkan, akun-akun kemanusiaan yang bekerja untuk membantu korban-korban bencana, mengajak shalat-shalat lima waktu di masjid juga diblokir, apa yang salah dengan akun-akun itu?" tegas Slamet bertanya-tanya.

Dia mengatakan, perwakilan dari FPI dan afiliasinya akan diterima perwakilan Facebook di Indonesia dengan difasilitasi Polda Metro Jaya.

Slamet menegaskan kalau FPI tidak masalah akunnya ditutup dan tidak dibuka lagi, tetapi Facebook juga harus menutup akun-akun lainnya yang berlawanan dengan FPI.

"Kita nggak masalah akun kita ditutup, tapi akun-akun lainnya yang berlawanan juga ditutup, biar adil," pungkas dia.(faz/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.