KELANA KOTA

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Fredrich Yunadi

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 16 Januari 2018 | 11:24 WIB
Fredrich Yunadi pengacara memberikan keterangan sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/1/2018), kembali memeriksa Fredrich Yunadi pengacara yang berstatus tersangka menghalangi atau merintangi pengusutan kasus tindak pidana korupsi.

Sekitar pukul 09.20 WIB, mobil tahanan yang mengantar bekas pengacara Setya Novanto itu tiba dari Rutan K4 yang posisinya persis di belakang Gedung Merah Putih KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebelum masuk ruang pemeriksaan, Fredrich mengatakan, hari ini Peyidik KPK akan melanjutkan pemeriksaan yang kemarin belum tuntas.

Febri Diansyah Juru Bicara KPK menjelaskan, Fredrich akan diperiksa sebagai saksi dari Dokter Bimanesh Sutarjo yang juga berstatus tersangka.

Soal pemanggilan AKP Reza Pahlevi ajudan Setya Novanto untuk memberikan keterangan sebagai saksi, Fredrich menyebut hal itu tidak ada urusan dengannya.

Tapi, menurutnya KPK berpotensi melanggar nota kesepahaman dengan Polri dan Kejaksaan, kalau memanggil paksa ajudan Setya Novanto yang masih aktif sebagai anggota Polri.

"Silahkan kalau sekarang mau melawan MoU, itu kan urusan KPK dengan Polri, urusan apa dengan saya? Ga ada urusan sama saya," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Dalam nota kesepahaman itu, kalau salah satu dari KPK, Polri atau Kejaksaan memanggil personel lembaga lainnya terkait pengusutan kasus hukum, wajib memberitahukan pimpinan lembaga personel yang bersangkutan.

Sebelumnya, KPK sudah mengirim surat kepada Kapolri dan Kadivpropam untuk memanggil AKP Reza Pahlevi. Febri Diansyah menegaskan, KPK butuh dukungan Polri untuk menangani kasus tersebut.

"Karena Reza adalah anggota Polri dan keterangannya diperlukan penyidik dalam kasus ini," kata Febri.

Seperti diketahui, Rabu (10/1/2018), KPK mengumumkan penetapan status Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama memasukkan Setya Novanto ke RS Medika Permata Hijau, untuk rawat inap dengan data medis yang diduga hasil manipulasi.

Skenario rawat inap itu dijalankan, Kamis (16/11/2017) malam, supaya Setnov yang waktu itu sudah berstatus tersangka, punya alasan kuat menghindari panggilan dan pemeriksaan Penyidik KPK. (rid/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.