KELANA KOTA

Awas, Kejahatan Jalanan di Surabaya Kambuh Lagi

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 20 Januari 2018 | 18:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Aksi kejahatan jalanan di Kota Surabaya kambuh lagi. Dalam sepekan terakhir sedikitnya ada empat aksi kejahatan yang menonjol, baik pencurian dengan kekerasan (curas) maupun pencurian dengan pemberatan (curat).

Bahkan, para pelaku mulai terang-terangan bermain di siang hari dan menggunakan senjata tajam untuk mengancam korbannya.

Berikut ini data kasus kejahatan yang cukup meresahkan yang dihimpun dari laporan warga di Radio Suara Surabaya dalam sepekan terakhir (13 hingga 20 Januari 2018):

1. Truk Parkir di Gudang Hilang (Sabtu, 13 Januari 2018)

Indrawati Candra warga Darmo Harapan melaporkan kehilangan mobil niaga jenis truk bak terbuka bernopol L 9662 UU. Truk hilang saat diparkir di gudang di Sukomanunggal. Kasus ini juga telah dilaporkan ke Polisi.

2. Jambret Bersajam (Senin, 15 Januari 2018)

Eko warga Dukuh Kupang Barat melaporkan ada pelaku jambret merampas handphone milik korban seorang wanita di daerahnya. Eko sempat mengejar pelaku dan mendapatkannya karena pelaku terjebak di gang buntu. Meski handphone milik korban dikembalikan oleh pelaku, Eko tetap berusaha menghentikan dua pelaku yang berboncengan itu. Tapi, saat eko menarik baju pelaku, ternyata pelaku mengeluarkan senjata tajam (gobang) dan akhirnya dua pelaku melarikan diri.

3. Jambret Pepet Rampas (Kamis,18 Januari 2018)

Setyo warga Margodadi 3, Bubutan, Surabaya melaporkan terjadi penjambretan di jalan raya di kawasan Tanjungsari Gang 1, dengan korban perempuan hingga terjatuh.

Kejadian pukul 12.35 WIB sebelum traffic light Tanjungsari, seorang anak perempuan saat dibonceng pamannnya, tiba-tiba dipepet dua orang yang juga berboncengan mengendarai motor dan merampas handphone milik korban hingga korban terpelanting. Ciri-ciri pelaku jambret masih muda memakai pake slayer.

4. Todong Pengendara Mobil saat Macet (Sabtu, 20 Januari 2018)

Arif Susanto warga Pondok Wage Indah Sidoarjo melaporkan menjadi korban penodongan di kawasan traffic light Pasar Turi saat kondisi volume kendaraan padat.

Pelaku langsung memaksa masuk mobil Pick Up yang dikemudikan Arif, teman Arif yang duduk di kiri didorong, lalu pelaku masuk mobil dengan menodongkan pistol rakitan dan minta barang-barang. Tas Arif juga digeledah, Arif tak kuasa melawan karena pelaku juga bawa pisau penghabisan.

Sebelum perempatan Pasar Turi, kemudian ada avanza putih nyalip mobil Arif dari kanan, pengemudinya teriak "yo opo cong", pelaku menjawab "kosong", lalu lompat keluar dari mobil Arif dan masuk ke mobil Avanza tersebut.

"Saya baru sadar, uang Rp2,5 juta di tas saya hilang," katanya.

Ciri-ciri pelaku pakai topi baret warna biru dongker, jaket hitam kaos biru dongker berkerah, celana jeans hitam, sepatu kets merah hati. Orangnya pendek, gemuk, kulit hitam, pakai logat Madura.

Selain kejahatan jalanan ini, selama Januari ini juga ada beberapa laporan kehilangan motor yang terjadi antara dini hari hingga pagi hari.

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, akan menggerakkan anggotanya untuk operasi terbuka dan tertutup. Operasi terbuka bisa dilakukan dengan patroli besar dan tertutupnya melalui kring reserse dan pelacakan kasus.

Menurut Sudamiran, karakter khusus pelaku kejahatan jalanan adalah mobiling, maka pihaknya akan mempersempit para pelaku dengan patroli mobiling juga.

"Percayakan pada kami, kami akan bekerja maksimal. Bagi masyarakat agar bekerja sama dengan kepolisian dengan cara menghindari memakai barang berharga saat di keramaian yang bisa memancing orang berbuat jahat," katanya.(bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.