KELANA KOTA

Penyebab Kecelakaan Bus di Tanjakan Subang

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 11 Februari 2018 | 14:47 WIB
Ilustrasi. Grafis: Antara
suarasurabaya.net - Kombes Pol Joko Rudi Kasubdit Laka Dit Gakkum Korlantas Polri, menduga penyebab kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Emen, Subang, adalah akibat malfungsi pada sistem rem.

"Itu untuk pengecatan bekas rem tapal batas pengereman itu sebagai bukti stasioner yang melekat di jalan atas ban akibat adanya upaya supir untuk melakukan penghentian kendaraan. Bisa dipastikan berarti upaya-upaya (pengereman) itu bisa dilakukan sekian lama," ujar Joko di sela-sela olah TKP, Minggu (11/2/2018).

Joko menjelaskan, berdasarkan analisis sementara, ada beberapa titik yang memperlihatkan bus mencoba menghentikan kendaraan sebelum akhirnya terguling.

"Dengan batasan itu berarti yang bersangkutan (sopir) ada upaya pengereman itu yang menjadi permasalahan kecelakaan," kata Joko, seperti dilansir Antara.

Selain itu, lokasi kecelakaan terletak pada titik terakhir Tanjakan Emen. Dari titik awal tanjakan yang berada setelah tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu hingga titik kecelakaan, memiliki panjang 2,4 kilometer.

Diduga, fungsi rem tidak berjalan dengan baik akibat penggunaan yang terus menerus. Hingga akhirnya pada titik terakhir Tanjakan Emen, laju bus tidak bisa terkendali dan terguling setelah menabrak sepeda motor.

"Nah inget mobil solar itu rem didorong oleh minyak yang minyak itu didorong oleh turbin atau angin dan fungsi rem masih berbentuk kanvas rem, masih tromol. Apabila dalam pengereman ia terlalu cepat dan sering, mungkin akan panas sehingga barang apa pun ketika panas akan memuai dan tidak berfungsi," papar Joko.

Namun dugaan ini, kata dia, hanya sementara karena hasil lenglap baru diketahui melalui proses olah TKP dengan menggunakan sistem pemindaian kamera laser tiga dimensi (3D).

Melalui teknologi ini akan diketahui pula gambaran analisis prakecelakaan, saat kecelakaan, dan pascakecelakaan.

"Kesimpulan sementara bahwa kecelakaan adanya Out of Control atau lepas kendali dari pihak bus dalam hal turunan jalan. Out of Control banyak sebabnya mungkin dari aspek manusia bisa kendaraan, bisa alam bisa kontur jalan bisa penyebab lain mungkin cuaca, remnya bocor, dan lain sebagainya," kata Joko.

Sementara, AKBP Hari Suprapto Kabid Humas Polda Jawa Barat saat dihubungi Radio Suara Surabaya mengatakan, bus dengan nomor polisi F 7959 AA ini melaju dengan tidak terkendali saat melintas di jalanan menurun. Bus tersebut menabrak sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi T 4382 MM, tebing, dan terguling.(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.