KELANA KOTA

KPK Menetapkan Marianus Sae Cagub NTT sebagai Tersangka Penerima Suap

Laporan Farid Kusuma | Senin, 12 Februari 2018 | 11:51 WIB
Basaria Panjaitan Wakil Ketua KPK didampingi Yuyuk Andriati Juru Bicara KPK, Senin (12/2/2018), di Gedung KPK, mengumumkan penetapan status hukum Marianus Sae Bupati Ngada yang kemarin terjaring OTT. Foto : Farid Kusuma suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Senin (12/2/2018), menetapkan Marianus Sae Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tersangka penerima suap.

Selain Marianus, KPK juga menetapkan Wilhelmus Iwan Ulumbu Direktur PT Sinar 99 Permai sebagai tersangka pemberi suap.

Penetapan status hukum itu dilakukan sesudah Penyidik KPK memeriksa kedua orang itu bersama tiga orang lainnya, yang kemarin, Minggu (11/2/2018), terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Basaria Panjaitan Wakil Ketua KPK dalam keterangan pers mengatakan, Marianus Sae tertangkap bersama Ambrosia Tirta Santi Ketua Tim Penguji Psikotes Calon Gubernur NTT, di sebuah hotel daerah Surabaya.

Kemudian, Dionesisu Kila ajudan Bupati Ngada tertangkap di Kupang. Sedangkan Wilhelmus Iwan Ulumbu dan Petrus Pedulewari pegawai Bank BNI Cabang Bajawa, diamankan di Kota Bajawa, NTT.

Diduga, pemberian uang dari Wilhelmus kepada Marianus, adalah fee sejumlah proyek di Kabupaten Ngada. PT Sinar 99 Permai diketahui mengerjakan banyak proyek di Kabupaten Ngada sejak tahun 2011.

Supaya pemberian suap tidak gampang terlacak, Wilhelmus membuka rekening Bank BNI sejak tahun 2011, dan pada tahun 2015, dia memberikan kartu ATM-nya kepada Marianus Sae.

Berdasarkan pemeriksaan awal, KPK mensinyalir Wilhelmus sudah memberikan uang sebanyak Rp4,1 miliar secara tunai dan transfer, sejak November 2017 sampai awal Februari 2018.

Sebagai timbal balik, Marianus Sae menjanjikan sejumlah proyek tahun 2018 di Kabupaten Ngada yang nilainya sekitar Rp54 miliar, untuk dikerjakan perusahaan Wilhelmus.

Sekadar diketahui, Marianus Sae adalah bakal Calon Gubernur NTT pada Pilkada 2018, yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebagai tersangka penerima suap, Marianus terancam jerat Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Wilhelmus tersangka pemberi suap, terancam jerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b, atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (rid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA