KELANA KOTA

Masyarakat Keluhkan Sampah di Makam Rangkah, Ini Tanggapan DKRTH

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 12 Februari 2018 | 12:36 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok/Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejumlah warga mengeluhkan terkait sampah yang berada di depan Makam Rangkah di kawasan Lebak Jaya Tambaksari, Surabaya. Selain menimbulkan bau yang menyengat dan menganggu arus lalu lintas, keberadaan sampah juga dinilai tidak pantas, karena berdekatan dengan makam WR. Supratman.

Menanggapi hal tersebut, Agus Hebi Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam hal relokasi, yaitu mencari lahan untuk menampung sampah dari 3 kecamatan dan 5 kelurahan.

"Secara pribadi, kami inginnya pindah. Karena memang mengganggu lalu lintas dan kurang pantas, di depannya ada makam WR. Supratman. Tapi sulitnya mencari lahan untuk menampung 3 kecamatan dan 5 kelurahan, yang per harinya bisa mencapai sekitar 70-80 ton atau 200an meter kubik," kata Hebi, kepada Radio Suara Surabaya, Senin (12/2/2018).

Hebi mengaku selama ini dalam mengelola sampah, perlu upaya yang keras. Seringkali, lanjut Hebi, pihaknya melakukan sosialisasi kepada sejumlah petugas pengangkut sampah atau penggerobak.

"Berkali-kali cerewet kepada penggerobak, termasuk yang mengambil juga. Karena gerobaknya seringkali mengganggu jalan. Tapi rata-rata mereka tidak mau, karena kalau gerobaknya dikembalikan ke RW, sebelum dibuat kerja sampahnya sudah penuh. Kita inginnya mencarikan lahan parkir untuk gerobak mereka, tapi ya sulit. Gerobak kan bau, tidak ada yang mau lahannya berdekatan dengan gerobak. Usaha kita setiap hari seperti itu, kita juga rutin melakukan kerja bakti, yang fokusnya jangan sampai menimbulkan dampak," tambahnya.

Hebi menjelaskan sebenarnya permasalahan tersebut sudah pernah menjadi bahasan dengan Pemerintah Kota Surabaya. Namun, karena dianggap belum mendapatkan porsi yang bagus, kata Hebi, akhirnya yang diutamakan permasalahan banjir, sosial dan sebagainya.

"Mungkin dengan adanya kritik dari masyarakat ini, bisa dikoreksi lebih lanjut. Karena itu perlu koordinasi dari beberapa pihak," pungkasnya. (ang)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.