KELANA KOTA

Mendikbud: Moratorium atau Penghapusan UN Belum Berlaku

Laporan Jose Asmanu | Selasa, 13 Februari 2018 | 16:40 WIB
Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Foto: Dok./Jose suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar mulai April 2018, bertujuan untuk memetakan mata pelajaran yang belum diserap dengan baik oleh anak didik.

"Kita perlu tau, pendidikan nasional kita sudah mulus atau belum. Kalau masih ada jerawatnya, jangan menyalahkan UN-nya. Tapi UN, digunakan untuk mengetahui, ternyata pendidikan masih punya jerawat," kata dia, Selasa (13/2/2018).

Karena itu, ia meminta agar Ujian Nasional, tidak dijadikan polemik secara berlebihan, yang mengakibatkan siswa menjadi panik.

Muhadjir mengaku, saat ini pihaknya telah memodifikasi seiring belum berlakunya moratorium atau penghapusan UN.

"Iya, saat ini sudah kita modifikasi seiring belum berlakunya moratorium, yaitu disisipi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), yang merupakan bentuk komplemen dari Ujian Nasional, dengan prinsip-prinsip yaitu mengembalikan kedaulatan guru sebagai perencana, pelaksana dan evaluasi didalam proses pembelajaran," kata dia.

Sekedar diketahui, Ujian Nasional SMK akan diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April, sedangkan SMA/MA pada 9 hingga 12 April, dan Ujian Nasional susulan SMK/SMA/MA pada 17 April hingga 18 April.

Sedang untuk Ujian Nasional SMP/MTs, lanjut Muhadjir, akan diselenggarakan pada 23 hingga 26 April dan ujian susulan akan diselenggarakan 8 hingga 9 Mei 2018.

"Secara umum, tidak ada perbedaan dibandingkan tahun lalu, mata pelajarannya juga tetap. Perbedaannya, 10 persen soal UN Matematika berbentuk isian," kata dia.

Semua peserta UN, baik Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan SMA, mulai tahun ini bisa mencetak sendiri hasil UN.

Rencananya, Kemendikbud juga akan menyiapkan laman dan login khusus.

"Jadi, hanya siswa yang bersangkutan yang bisa mengaksesnya dan tidak ada lagi tanda tangan basah," pungkasnya. (jos/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.