KELANA KOTA

UKWMS Gelar Pertemuan CUACI

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 13 Februari 2018 | 20:09 WIB
Pelaksanaan pertemuan CUACI dikampus UKWMS, menggalang kontribusi untuk negeri. Foto: Humas UKWMS
suarasurabaya.net - Sejak dibentuknya Curtin University Alumni Chapter Indonesia (CUACI) pada bulan Agustus 2017 yang lalu, kelompok ini serius memikirkan bagaimana menggalang alumni untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki.

"Kolaborasi dimungkinkan bila ada sarana untuk mengetahui tentang profesi masing-masing sekaligus menjadi ajang untuk belajar bersama," terang Josephine MJ Ratna, MPsych, Ph.D dosen Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) selaku Presiden terpilih CUACI 2017-2019.

Curtin University, universitas yang memiliki kampus utama di Perth - Western Australia dan kampus lainnya di Singapore dan Malaysia ini merupakan jujugan bagi banyak warga Indonesia untuk studi lanjut mulai dari tingkat S1 sampai dengan S3.

Data kasar alumni Curtin University yang berasal dari Indonesia adalah sekitar 6.500 orang dan jumlah ini pun masih belum akurat sehingga registrasi data alumni masih terus disempurnakan, salah satunya melalui CUACI.

Josephine sendiri seorang praktisi Psikolog Klinis yang menyelesaikan jenjang S2 dan S3-nya di Curtin University kampus Perth. "Alumni Curtin University di Indonesia banyak yang menduduki posisi strategis di berbagai bidang dan sudah saatnya saling berkolaborasi dan berkontribusi bagi bangsa lewat berbagai keahlian yang mereka miliki," kata Josephine.

Didukung oleh MoU antara UKWMS dengan Curtin University yang telah ditandatangani sebelumnya pada tahun 2016, dan dengan semangat berkobar untuk berkolaborasi serta berkontribusi; maka diadakanlah CUACI Inspiring Talks 2018.

"Memang UKWMS punya perjanjian kerjasama dengan Curtin University seperti contohnya student articulation program yang artinya mahasiswa antara kedua kampus dapat melakukan pertukaran sekaligus mengambil beberapa matakuliah yang nantinya dapat diakui di masing-masing universitas," kata Erlyn Erawan Psy.D., Kepala Kantor Urusan Internasional.

Dalam pertemuan perdana di bawah bendera CUACI tersebut, kurang lebih 80 alumni Curtin University berkumpul dari berbagai penjuru tanah air.

Selain pertemuan sepanjang tujuh jam, diadakan pula kuliah tamu di mana mahasiswa berbagai jurusan UKWMS ditantang oleh Professor Sambit Datta ahli dalam penerapan teknologi komputasi dan digital dalam arsitektur, sebagai pembicara dari Curtin University.

Tema yang dipilih: World Class Innovation and Research Commercialisation atau Inovasi Kelas Dunia dan Komersialisasi Riset.

Sementara itu, Associate Professor Simon Leunig mengajak alumni perduli tentang perkembangan kampus dan bagaimana kolaborasi yang selama ini dilakukan Curtin University di Indonesia dan negara-negara lain.

Pada kesempatan itu, hadir pula Chris Barnes Konsul Jenderal Australia di Surabaya, serta Komisioner dan perwakilan dari Pemerintah Australia Barat Jennifer Mathews sebagai bentuk dukungan atas CUACI dan kerjasama UKWMS dengan Curtin University.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.