KELANA KOTA

Yo Wes Ben Romantisme Anak Muda Dengan Bahasa Daerah

Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 17 Februari 2018 | 17:33 WIB
Bayu Skak, Joshua Suherman bersama pendukung Yo Wes Ben saat tampil di atrium Royal Plaza Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Fajar Nugros sutradara muda menggandeng Bayu Skak komedian melahirkan film baru berjudul Yo Wes Ben berkisah tentang romantisme anak muda dengan dialog bahasa Jawa yang kental dan kocak.

Bayu Skak yang juga bertindak sebagai sutradara Yo Wes Ben berharap film ini dapat ditonton anak muda dimanapun berada karena film ini secara khusus dilengkapi credit titlle. "Jangan khawatir kalau tidak bisa bahasa Jawa. Ada credit titlle yang menjelaskan makna dari obrolan atau dialog," ternag Bayu Skak.

Film dengan lokai syuting kawasan Kota Malang, Jawa Timur ini diyakini akan diminati anak muda dari berbagai kalangan serta dari berbagai daerah. "Karena kisahnya memang sangat anak muda, dna bisa jadi adalah bagian dari kehidupan anak-anak muda sendiri," kata Bayu Skak.

Kendala bahasa dalam dialog-dialognya, yang memang menggunakan bahasa Jawa, diyakini Bayu justru akan memperkaya khasanah bahasa daerah yang memang cukup beragam dan banyak sekali jumlahnya di Indonesia ini.

"Kedepan harapan kita memang akan muncul film-film lainnya yang khas anak muda tetapi dengan menggunakan bahasa daerah-daerah lain di Indonesia. Negeri ini kaya dengan budaya serta bahasa daerah yang beragam jumlahnya," tegas Bayu Skak.

Ditambahkan Fajar Nugros sutradara yang sudah menelurukan sejumlah film anak muda, bahwa Yo Wes Ben memang tipikal khas anak-anak daerah. "Tapi jangan lupa bahwa disatu sisi film ini juga ingin mengingatkan bahwa Indonesia ini punya banyak bahasa daerah, dan ini kekayaan," kata Fajar.

Film yang melibatkan banyak artis muda diantaranya, Bayu Skak, Joshua Suherman, Cut Meyriska, Brandon Salim, Devina Aureel dan Arief Didu semuanya juga tidak fasih menggunakan bahasa Jawa pada awal produksi film yang diproduseri Chand Parwez Servia ini.

"Tapi kawan-kawan pemain justru bertekad untuk belajar sehingga dialog-dialog yang muncul dapat mereka pahami sendiri dan dengan aksesntuasi yang mendekati benar. Ini sebuah proses belajar bahasa daerah yang menarik," kata Fajar Nugros.

Sabtu (17/2/2018) pemain dan sejumlah jajaran produksi Yo Wes Ben didampingi Chand Parwez Servia hadir di Surabaya. Dilanjutkan meet and greet para pemain Yo Wee Ben dengan masyarakat Surabaya di Royal Plaza. Yo Wes Ben sendiri serentak diputar pada 22 Pebruari 2018.(tok/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.