KELANA KOTA

Dukung GNNT, Parkir Meter Diresmikan di Taman Bungkul

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 18 Februari 2018 | 10:46 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya meresmikan penggunaan Parkir Meter, di Taman Bungkul. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Surabaya dan Bank Indonesia meresmikan penggunaan Parkir Meter, di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (18/2/2018).

Acara launching tersebut dihadiri langsung oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dan Difi Ahmad Johansyah Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur beserta perwakilan dari sejumlah bank yang turut mendukung penggunaan parkir meter.

Dalam sambutannya, Difi Ahmad Johansyah mengatakan penggunaan alat parkir meter tersebut merupakan suatu bentuk untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), yang telah dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014.

"Kami sangat berterima kasih terhadap Pemkot Surabaya yang telah mendukung penggunaan uang elektronik. Sehingga, bisa mendukung Kota Surabaya kedepan menjadi kota modern dan smart city, dengan banyaknya penggunaan uang elektronik," kata dia.

Menurut Difi, upaya peningkatkan pendapatan asli daerah akan sangat efektif, apabila disematkan dengan sistem non tunai.

Selain itu, lanjut Difi, penggunaan uang elektronik dalam hal pembiayaan memiliki banyak manfaat, diantaranya mencegah kebocoran pendapatan daerah, data terekam di transaksi bank, memudahkan pengawasan pada pendapatan dan kinerja jukir (jukir tidak lagi memungut melebihi tarif yang ditentukan), serta kerjasama antara instansi parkir dan pendapatan menjadi lebih riil.

Tri Rismaharini sepakat dengan yang disampaikan oleh Bank Indonesia. Risma menambahkan dengan menggunakan uang elektronik, maka sistem pembayaran menjadi lebih tertib, efisiensi, tidak lagi menggunakan kertas, dan meminimalisir masalah lingkungan.

"Potensi parkir di kawasan Taman Bungkul ini besar sekali. Tapi kita kehilangan peluang, karena kita tidak bisa mengelola fasilitas secara elektronik. Akibatnya, banyak sekali kebocoran. Dengan penggunaan uang elektronik dengan tertib, maka mekanisme akuntabilitas akan semakin baik," kata dia.

Kedepan, kata Risma, pihaknya akan menggunakan beberapa ruas jalan untuk park and ride. "Karena tidak mungkin ditengah kota, kita lakukan pelebaran jalan. Tapi yang bisa kita lakukan adalan mengoptimalisasi fungsi jalan yaitu, tidak ada parkir di badan jalan dan penggunaan transportasi massal," tambahnya.

Sebelumnya parkir meter pernah dilaunching di kawasan Balai Kota. Saat ini, total keseluruhan ada 20 parkir meter yang telah terpasang, diantaranya 10 parkir meter di kawasan Balai Kota dan 10 parkir meter di kawasan Taman Bungkul.

Adapun sejumlah perbankan yang telah mendukung alat parkir meter ini adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA) serta kartu cobranding Bank Jatim dengan BCA, yaitu Bank Jatim Flazz. (ang/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA