KELANA KOTA

Mobil Listrik Wiebe Wakker Harus Menunggu Teknisi dari Belanda

Laporan Denza Perdana | Senin, 19 Februari 2018 | 22:01 WIB
Wiebe Wakker, traveler asal Belanda yang melakukan perjalanan keliling dunia dengan mobil listrik volkswagen golf saat di Surabaya, Senin (19/2/2018). Foto: Didik suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Wiebe Wakker, traveler asal Belanda yang melakukan perjalanan keliling dunia dengan mobil listrik volkswagen golf, hasil modifikasi, masih terjebak di Surabaya, Senin (19/2/2018).

Mobil listrik warna biru muda miliknya kini terparkir di Gedung Riset Mobil Listrik ITS karena kerusakan sistem manajemen baterai (BMS) akibat terendam banjir di Jalan Raya Porong Sabtu (17/2/2018) lalu.

Agus Mukhlisin Insinyur BMS di Fasilitas Riset Mobil Listrik ITS mengatakan, BMS di mobil Wiebe adalah buatan Belanda. Sparepart-nya pun hanya tersedia di Negeri Kincir Angin itu.

"Karena dibuat di Belanda, kemungkinan mobil ini memang tidak diperhitungkan menghadapi situasi di Indonesia. Terpaksa harus menunggu teknisi dari Belanda," katanya, ditemui di Gedung Riset Mobil Listrik ITS.

Wiebe masih harus bertahan di Surabaya bersama para mahasiswa dan dosen teknik mesin ITS di fasilitas itu, sampai waktu yang belum bisa dia perkirakan. Setidaknya, kata dia, setelah 26 Februari mendatang.

Kepada suarasurabaya.net, Wiebe mengaku masih tetap bersemangat. Karena sudah sejauh ini perjalanan yang dia tempuh selama hampir dua tahun melintasi 31 negara, akan segera tuntas di Australia.

"Masih dong. Harus tetap semangat! Sudah tinggal sedikit lagi," kata dia.

Wibie adalah alumnus jurusan Event Management di Utrecht University of Arts, Belanda, yang memutuskan melakukan perjalanan keliling dunia dengan mobil listrik. Perjalanan itu dia rancang sebagai tugas akhir kuliahnya.

Plug Me In Project, demikian dia menamai perjalanan keliling dunia yang menggabungkan unsur traveling, fotografi, dan videografi, yang dibalut dengan misi tentang isu keberlanjutan lingkungan.

Dia memilih mobil listrik sebagai sarana transportasi mengelilingi dunia, karena menurutnya, mobil listrik bisa menjadi alternatif solusi atas permasalahan lingkungan di dunia.

Selama tinggal di ITS, dia menghabiskan waktu untuk mengedit video-video maupun foto yang telah dia abadikan dengan kamera drone untuk dijadikan laporan perjalanan di websitenya: plugmeinproject.com.

Selain itu, dia juga sempat mengikuti ajakan teman-teman barunya di ITS ke kafe di Surabaya untuk menikmati kopi luwak dan mengabadikannya menjadi video blog yang diunggah di instagram.

Kejadian menembus banjir sampai mogok di Jalan Raya Porong dan peristiwa meledaknya baterai mobilnya di Surabaya sekitar dua minggu sebelumnya cukup membuatnya kesal.

Dia membuat video soal pengalaman buruknya di Surabaya. Video berdurasi lebih dari 15 menit itu dia unggah ke YouTube, tertaut di website-nya, berjudul Shit Situations in Surabaya.

Video itu menceritakan kekesalannya atas kesialan yang harus dia hadapi di Surabaya, menggabungkannya dengan hasil wawancara dengan pegiat Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) tentang sampah diapers di Kali Surabaya.

"Saya memberi judul video saya itu sesuai situasi yang saya alami di Surabaya, it's a shit situation, dan fakta tentang sampah diapers di sungai Surabaya itu cukup membuat saya terkejut," katanya.

Wiebe mengatakan, dia mungkin akan mempertimbangkan untuk mampir menemui Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, sebagaimana dia menemui Bupati Solo beberapa waktu lalu.

Kondisi mobilnya yang membuatnya sangat mempertimbangkan kunjungan ke Balai Kota Surabaya itu. Apalagi, beberapa waktu sebelumnya, dia sudah sempat mengontak Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN yang sangat perhatian dengan mobil listrik.

Secara keseluruhan, selama melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Surabaya, dia mendapat pengalaman tentang ramahnya penduduk Indonesia.

Dia juga mengaku terkesan dengan alam di Indonesia, yang menurutnya sangat indah dan sangat memanjakan dirinya, yang mengaku terobsesi dengan kegiatan traveling.

Wiebe Wakker kini menunggu mobilnya bisa kembali dipacu untuk melanjutkan perjalanan ke Australia, tujuan terakhir perjalanan panjangnya.

Seharusnya, bila dia tidak mengalami kejadian menembus banjir di Jalan Raya Porong, mungkin sekarang dia sudah sampai dan menginap di Probolinggo, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali, lalu ke Flores, kemudian menyeberang dengan kapal ke Australia.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.