KELANA KOTA

Risma Nyaris Pingsan Usai Tertabrak Pelajar Surabaya Saat Hendak Masuk Mobil

Laporan Dwi Yuli Handayani | Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:41 WIB
Ilustrasi. Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Sabtu (25/11/2017) turun memantau bersih-bersih sejumlah saluran air di kawasan Gayungsari dan Gayung Kebonsari, Surabaya. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya nyaris pingsan setelah ditabrak beberapa pelajar yang melintas saat hendak masuk ke dalam mobil, usai menghadiri acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, di kaki Jembatan Suramadu, Sabtu (24/2/2018).

"Setelah selesai acara, ibu hendak masuk ke dalam mobil, namun secara tidak sengaja beberapa pelajar yang melintas di depannya langsung menabrak," kata M Fikser Kepala Bagian Humas Kota Surabaya melalui penjelasan tertulis yang disampaikan kepada wartawan Surabaya seperti dilansir Antara.

Melihat hal itu, Fikser dan sejumlah aparatur pemerintahan Kota Surabaya langsung menopang Risma yang kontan lemas.

Kendati nyaris pingsan usai melakukan aksi bersih dan peringatan HPSN di Jembatan Suramadu, dia tetap melanjutkan agenda apel Hari Pekerja di Taman Surya ini.

Tidak dijelaskan apa yang kemudian terjadi dengan para pelajar, yang dikatakan tidak sengaja menabrak perempuan politisi itu.

Dalam kondisi capek dan kelelahan setelah acara HPSN, Risma masih bersemangat untuk memotivasi para pekerja agar tidak mudah menyerah ketika menjalani pekerjaan. Artinya, seluruh pekerja diharapkan mau mengilhami pekerjaan seperti ibadah, bukan paksaan atau hal negatif lainnya.

"Selagi tangan kita bisa bergerak, mulut kita bisa bicara, ayo kita gerakkan semuanya, kita fungsikan semaksimal mungkin, saya kepingin panjenengan (anda, Red) semua berhasil," ujar dia, di hadapan ribuan pekerja. (ant/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 2
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.