KELANA KOTA

BNNK Surabaya: Generasi Penerus Bangsa Harus Tolak Narkoba

Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:51 WIB
AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya saat memberikan wawasan terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba di SMAN 15 Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kemajuan dan perkembangan zaman saat ini harus dihadapi. Tidak mungkin dihindari. Generasi penerus bangsa harus berani menolak narkoba. Dalam bentuk apapun.

"Kalau di luar rumah ketemu teman, apa kalian berani menolak waktu mereka menawarkan narkoba? Kalau menolak kalian dijauhi, tapi kalau kalian terima itu sama artinya membunuh diri sendiri!" tegas AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya.

Katakan tidak pada narkoba! Suparti mengingatkan bahwa kecanduan narkoba sama dengan rusaknya otak. "Itu berujung kematian. Sekali kalian mencoba, maka jangan harap bisa lepas dari pengaruhnya. Jangan coba-coba narkoba!!" kata Suparti.

Mantan Kapolsek Wonocolo ini kemudian bercerita bahwa narkoba yang dibawa dari luar negeri memang sengaja diselundupkan penjahat untuk merusak generasi muda bangsa ini, agar tidak ada lagi yang peduli dengan kondisi negeri ini.

"Adik-adik pernah baca sejarah Perang Candu? Ketika Candu dipakai untuk menghancurkan sebuah bangsa dan itu sangat efektif daripada perang. Kalau generasi muda sudah hancur, penjajah akan dengan mudah menguasai," tambah Suparti.

Oleh karena itu Suparti menegaskan bahwa menggunakan atau mencicipi narkoba dalam bentuk apapun dengan cara apapun tidak ada untungnya. "Saya percaya adik-adik disini, di SMAN 15 ini tidak ada yang pakai narkoba. Tolak dan katakan tidak pada narkoba!!" pungkas Suparti.

Sementara itu, disampaikan Johanes Mardiyono Kepala SMAN 15 Surabaya bahwa kehadiran BNNK Surabaya pada Lessycal 2K18 kali ini memang diharapkan memberikan masukan terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan pelajar SMA.

"Kami juga hadirkan Dr. Ir. Djamhadi MsI., Kepala Kadin Surabaya untuk membeuka wawasan para siswa terkait enterpreneur. Harapan kami siswa punya perspektif berpikir baru terkait dengan penyalahgunaan narkoba yang berbahaya itu. Tapi mereka juga punya pengetahuan tentang enterpreneurship," kata Johanes, Sabtu (24/2/2018).(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA