KELANA KOTA

Aparat Gabungan Lanjutkan Pemeriksaan Kapal Diduga Bawa Narkoba

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 24 Februari 2018 | 16:13 WIB
Ilustrasi. Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Kepolisian RI berhasil membongkar penyelundupan 1,622 ton sabu (methampethamine) di kapal MV Min Lian Yu Yun 61870 berbendera Singapura di Perairan Anambas. Foto: beacukai.go.id
suarasurabaya.net - Aparat gabungan dari Bea Cukai dan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Sabtu (24/2/2018) melanjutkan pemeriksaan kapal ikan asing Win Long, yang diamankan di perairan Selat Phillips pada Jumat (23/2/2018) karena diduga kuat mengangkut narkotika dan bahan obat berbahaya (narkoba).

Pemeriksaan dilanjutkan setelah satuan tugas (satgas) gabungan Polri menghentikan pemeriksaan sekitar pukul 02.00 WIB terhadap muatan Win Long yang sandar di dermaga Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau.

Refly Feller Silalahi Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan bahwa petugas belum menemukan muatan narkoba jenis sabu-sabu.

"Belum ada, masih negatif. Tapi, pemeriksaan masih masih berlangsung," ujarnya dilansir Antara.

Petugas mengerahkan anjing pelacak yang didatangkan dari Bea Cukai (BC) Batam untuk mempermudah dan mempercepat pencarian barang bukti narkoba.

Sementara itu, sejumlah pekerja membongkar karung-karung yang berisi ikan beku, dan dipindahkan ke gudang penyimpanan ikan di Puakang, Tanjung Balai Karimun.

Ikan beku kapal tersebut berkisar 40 ton, dan diperkirakan baru terbongkar habis bila diangkut 40 truk. Sementara itu, hingga Sabtu dinihari baru sembilan truk yang membawa keluar ikan-ikan beku tersebut.

Kapal Win Long diketahui berbendera Taiwan dengan 28 kru, termasuk nakhoda. Kapal itu telah menjadi target operasi dan dalam pengintaian aparat sejak Desember 2017.

Tim gabungan menggunakan kapal patroli BC-2005 dibantu kapal patroli BC-2004 dan BC-2003 berhasil mencegat kapal tersebut di perairan Selat Phillips, kemudian digiring dan tiba di pelabuhan Ketapang Kanwil BC Kepri di Meral, Kabupaten Karimun, pada Jumat (23/2) sekitar pukul 16.00 WIB. (ant/bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.