KELANA KOTA

BNPB Menyebut Tujuh Korban Longsor Brebes Teridentifikasi

Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 25 Februari 2018 | 10:29 WIB
Sejumlah petugas dibantu warga melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Salem, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (23/2/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tujuh korban meninggal akibat longsor di Desa Pasir Panjang, Brebes, Jawa Tengah, telah teridentifikasi.

"Dua korban belum dapat diidentifikasi. Sebelumnya, Posko Tanggap Darurat Longsor Brebes melaporkan sembilan orang yang meninggal. Namun, sesuai kesepakatan, jumlah korban meninggal adalah tujuh orang," kata Sutopo melalui siaran pers diterima Antara di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Beberapa potongan tubuh yang belum teridentifikasi saat ini ada di alat pendingin Rumah Sakit Umum Brebes sampai operasi tanggap darurat selesai dan menunggu hasil tes DNA.

Selain tujuh korban yang resmi dinyatakan meninggal, longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes juga menyebabkan lima orang luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas serta 13 orang hilang.

"Jumlah warga terdampak adalah 984 orang mengungsi di sejumlah titik pengungsian," ujarnya.

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan. Evakuasi terkendala kemungkinan longsor susulan tinggi, cuaca hujan, medan yang berat dan keterbatasan alat berat.

Idza Priyanti Bupati Brebes telah menetapkan status tanggap darurat longsor selama 14 hari, terhitung Kamis (22/2/2018) hingga Rabu (7/3/2018). (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.