KELANA KOTA

Burung Jokowi Kalah di Piala Presiden

Laporan Jose Asmanu | Minggu, 11 Maret 2018 | 16:51 WIB
Presiden Joko Widodo dengan memakai pakaian kasual ikut melombakan burung kesayangannya jenis Murai Batu di Festival Burung Berkicau Piala Presiden 2018. Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Murai Batu, burung kesayangan Presiden Joko Widodo tersingkir dalam Festival Burung Berkicau Piala Presiden 2018 yang diselenggarakan di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/3/2018).

Murai Batu milik Jokowi Presiden harus menelan kekalahan dari peserta lain dengan berada di urutan 36. Festival ini sendiri diikuti oleh sekitar 4.000 ekor burung dari 700 pemilik.

Ada 18 jenis burung yang dilombakan. Antara lain murai batu, cucak rawa, madu pengantin (kolibri ninja), ciblek, dan sebagainya.

Kepada wartawan Jokowi mengatakan, dia menerima kekalahan burung peliharannya dengan perasaan legowo. Jokowi juga tak lupa memuji burung peliharaan peserta yang lain memang hebat.

Disela-sela festival itu, Jokowi Presiden mengatakan, Iriana Joko Widodo Ibu Negara dan Kahiyang Ayu yang lebih senang memelihara burung.

Presiden juga mengapresiasi banyaknya penangkaran burung di berbagai daerah. Selain memberikan ruang bagi penggemar burung, menurutnya penangkaran juga bisa menjaga spesies burung dari kepunahan.

"Penangkaran burung dan kontes peraga dan kicau burung ini merupakan hal yang positif sebagai bagian dari budaya masyarakat, dan sebagai aktivitas yang juga bernilai ekonomi," ujar Jokowi yang dengan santainya menggunakan pakaian kasual pada kontes tersebut.

Selain menjaga dari kepunahan, menurut Jokowi kegiatan seperti ini juga bernilai ekonomi tinggi.

"Dengan penangkaran ini roda ekonomi kerakyatan tumbuh. Ada pembuatan sangkar burung, pakan burung, obat-obatan, semuanya semakin tumbuh. Sekarang perputarannya Rp1,7 triliun per tahun," lanjutnya.

Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman jenis burung. Berdasarkan data Burung Indonesia 2017, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat sebanyak 1.769 jenis.

Diantara ribuan spesies itu, 531 jenis burung di antaranya berstatus hewan dilindungi. Burung itu antara lain elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rawa, dan lain-lain.

Selain itu Indonesia juga memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik yang tidak bisa ditemukan di negara lain di dunia. Karena itu presiden menghargai banyaknya penangkaran burung di daerah, sekarang ini.

Jenis-jenis burung yang tengah ditangkarkan di Indonesia berjumlah 51 jenis.
Baru sekitar 9 jenis burung kicau yang sudah ditangkarkan: anis merah (Zoothera citrina), lovebird (Agapornis sp.), cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), murai batu (Copsychus malabaricus), kacer/murai (Copsychus saularis), ciblek (Prinia familiaris), cucak hijau (Chloropsis sonneratii), cica hijau (Chloropsis sonnerati), dan kenari (Canarium xp) yang semuanya mempunyai nilai ekonomi.

"Saya cuma penikmat. Tapi yang paling saya ingat sekarang ini di Kebun Raya, di istana, burung semakin banyak. Sekarang ada kutilang, jalak suren, kemudian burung lain. Apalagi yang kecil-kecil. Ada prenjak kalau pagi sering kelihatan," kenang Jokowi. (jose/tna/den)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.