KELANA KOTA

Jembatan Ambrol, Akses ke Jalan Kartini Surabaya Dialihkan

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 12 Maret 2018 | 08:07 WIB
Ilustrasi, Jembatan yang berada di Jalan Kartini Surabaya. Foto: maps.google.com
suarasurabaya.net - Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya, mengatakan akan dilakukan pengalihan jalur di kawasan jalan Kartini karena akses jalan tersebut ditutup sementara. Hal ini disebabkan karena adanya jembatan yang ambrol di daerah jalan Kartini Surabaya.

Kata Rudi, pengalihan jalur tersebut akan dialihkan melalui jalan Pandigiling dan jalan Dr. Soetomo.

"Rekan-rekan dari wilayah barat bisa lewat Pandigiling dan Dr. Soetomo," kata Kapolrestabes Surabaya kepada radio Suara Surabaya, Senin (12/3/2018) pagi.

Dia menambahkan, pastinya akan terjadi peningkatan volume di daerah Pandigiling dan Dr. Soetomo. Untuk itu rekan-rekan dari kepolisian dan bekerjasama dengan Dinas PU dan Dishub akan melakukan pemasangan rambu-rambu dan traffic management berupa lampu lalu lintas.

Pihak kepolisian juga siap untuk menambah personil di daerah Pandigiling dan Dr. Soetomo guna kenyamanan warga Surabaya yang melalui jalur tersebut.

Rudi mengimbau masyarakat Surabaya yang setiap harinya melalui jalan Kartini agar berangkat lebih awal agar terhindar dari kepadatan jalur.

Untuk proses perbaikan jembatan tersebut, Rudi sudah berkoordinasi dengan pihak PU dan masih menunggu untuk dikerjakan. Proses pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekiranya 7 bulan pengerjaan.

Rudi mengatakan, masih berkoordinasi dengan pihak PU apakah dalam proses pengerjaannya nanti masih bisa digunakan satu jalur atau harus ditutup keduanya, karena waktu 7 bulan merupakan waktu yang cukup lama. Mengingat, banyak masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.

"Karena banyak yang menggunakan jalan tersebut di pagi hari, masyarakat dari barat ke timur, dan sore sebaliknya dari arah timur dan selatan ke barat melalui Kartini," ujarnya. (ino/bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.