KELANA KOTA

Kemdikbud: Isian Singkat Hanya untuk UN Matematika SMA

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 13 Maret 2018 | 21:51 WIB
Ilustrasi. Suasana ujian nasional di SMAN 10 Surabaya pada tahun 2015. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Totok Suprayitno Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjelaskan isian singkat dalam soal Ujian Nasional (UN) Matematika untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat hanya 10 persen dari soal.

"Isian singkat dalam soal UN Matematika hanya 10 persen dari soal. Misalnya soalnya 40, maka soal isiannya hanya empat soal saja," ujar Totok dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Terdapat perbedaan pelaksanaan UN 2018 dari tahun sebelumnya, diantaranya adalah soal isian singkat yang terdapat pada mata pelajaran matematika jenjang SMA/sederajat.

"Isian berbeda dengan esai, karena isian hanya berisi jawabannya saja. Sementara esai penjabarannya," kata Totok, seperti dilansir Antara.

Totok memastikan soal isian singkat tersebut tidak akan merepotkan peserta UN, karena peserta hanya mengisi jawabannya saja di komputer. Sementara untuk peserta UN berbasis kertas pensil (UNKP) cukup menghitamkan bulatan di lembar jawaban komputer.

"Isian singkat ini mudah dan perlu diingat, isian singkat hanya berlaku untuk UN Matematika jenjang SMA/SMK dan Paket C," jelas dia.

Perbedaan lainnya, pada tahun ini sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) menggunakan tanda tangan digital dan biaya untuk proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan menggunakan anggaran yang dibebankan pada dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Sementara itu, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi,mengatakan pihaknya memastikan waktu 120 menit cukup untuk mengerjakan soal UN Matematika baik pilihan ganda maupun isian.

"Untuk isian singkat ini jawabannya numerik dan kami memastikan waktunya cukup," cetus Bambang.

UN 2018 akan diikuti 8,1 juta peserta didik yang berasal dari 95.780 satuan pendidikan dari berbagai jenjang SMP sederajat, SMA sederajat dan paket kesetaraan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen peserta didik mengikuti UNBK dan sisanya UNKP.

Jumlah peserta didik yang akan mengikuti UNBK pada 2018 sebanyak 6.293.552 peserta atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3,7 juta peserta didik.

Untuk jenjang SMK, UN akan dimulai pada tanggal 2 hingga 5 April 2018. Jenjang SMA/Madrasah Aliyah (MA) diselenggarakan pada tanggal 9 sampai dengan 12 April 2018. Sedangkan untuk peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN pada tanggal yang ditentukan dapat mengikuti UN susulan pada tanggal 17 dan 18 April 2018.

Pada jenjang SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs), UN akan dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 26 April 2018. Sedangkan UN susulan akan diselenggarakan pada tanggal 8 dan 9 Mei 2018.

Untuk pendidikan kesetaraan program Paket C, UN dilaksanakan pada tanggal 27, 28, atau 29, 30 April dan 2 Mei 2018. Sedangkan untuk program Paket B, UN akan dilaksanakan pada tanggal 4, 5, 6, dan 7 Mei 2018. Ujian nasional susulan untuk program Paket B dan Paket C akan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan 14 Mei 2018.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.