KELANA KOTA

Jokowi Presiden Mengajak Kazakhstan Memperkuat Kerja Sama Bidang Kemanusiaan

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 13 Maret 2018 | 21:12 WIB
Joko Widodo Presiden menerima kunjungan resmi Senat Parlemen Kazakhstan, Selasa (13/3/2018), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden, hari ini menerima kunjungan kehormatan rombongan Senat Parlemen Kazakhstan yang dipimpin Kassym-Jomart Tokayev Ketua Senat Parlemen Kazakhstan, di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan itu Presiden menyampaikan Indonesia dan Kazakhstan adalah negara dengan mayoritas penduduk penganut Islam. Maka dari itu, Presiden mengharapkan persahabatan Indonesia dengan Kazakhstan dapat menyuarakan Islam yang damai dan toleran.

Presiden juga menyesalkan konflik yang terjadi di beberapa negara berpenduduk mayoritas muslim, dan banyaknya pengungsi yang berasal dari negara muslim.

"Ini tanggung jawab kita, khususnya sebagai negara muslim, untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran. Inilah di mana Indonesia dan Kazakhstan dapat bekerja sama, untuk memperkuat kerja sama di bidang kemanusiaan," ujarnya di hadapan delegasi Kazakhstan, Selasa (13/3/2018), di Istana Merdeka.

Tahun ini, lanjut Jokowi, Indonesia dan Kazakhstan memperingati hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 25 tahun yang lalu. Presiden RI berharap, momentum ini menjadi awal yang baik dalam mempererat hubungan kedua negara.

"Kita memiliki banyak peluang untuk meningkatkan potensi kerja sama kedua negara," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi dan Tokayev sepakat mewujudkan hubungan baik kedua negara selama ini dalam bentuk kerja sama bilateral konkret khususnya di bidang ekonomi.

Selain itu, Presiden RI berharap dukungan Kazakhstan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

"Kontribusi dan upaya Indonesia dalam menjaga perdamaian Insya Allah akan menjadi modal Indonesia untuk berkontribusi lebih banyak lagi, seandainya Indonesia duduk sebagai anggota DK PBB," tegasnya.

Usai pertemuan, Nurhayati Ali Assegaf Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang mendampingi delegasi Kazakhstan mengungkapkan bahwa Joko Widodo Presiden diundang menghadiri acara Congress of the Leaders of World and Traditional Religions yang akan digelar di Astana, Kazakhstan, pada 10-11 Oktober 2018.

"Beliau berharap Pak Jokowi bisa memberikan sambutan di sana sebagai pembicara merepresentasikan negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan negara muslim terbesar. Diharapkan Pak Jokowi dapat hadir. Ini dalam rangka 25 tahun hubungan Indonesia-Kazahstan," katanya.

Nurhayati kemudian menjelaskan, Presiden sangat menyambut baik undangan yang disampaikan dan akan mempertimbangkannya. Bahkan, Presiden juga memastikan partisipasi Indonesia, andaikan dia tidak bisa hadir.

"Pak Jokowi juga mengundang Kazakhstan untuk berpartisipasi dalam trade expo di Indonesia bulan Oktober. Ini juga diberikan tanggapan positif oleh tamu kita," sambungnya.

Saat pertemuan berlangsung Presiden juga didampingi oleh Pratikno Menteri Sekretaris Negara dan A.M. Fachir Wakil Menteri Luar Negeri. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.