KELANA KOTA

Vaksin Difteri di Jatim Sudah Mencapai 86,59 Persen

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 13 Maret 2018 | 22:07 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok/Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri di Provinsi Jawa Timur, sudah mencapai cakupan sebesar 86,59 persen, dari target 10 juta lebih jiwa dengan sasaran usia 1 sampai 19 tahun. Data tersebut diambil dari Dinkes Jatim, pada periode 1 Februari 2018 sampai 12 Maret 2018.

Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim mengatakan saat ini masyarakat Jatim sudah mulai aware dengan program tersebut. Sehingga, lanjutnya, angka cakupan tersebut mengalami peningkatan tiap harinya.

"Masyarakat sudah mulai banyak yang sadar, pentingnya imunisasi. Meskipun begitu, kami tetap terus mengingatkan kepada masyarakat, bagi anaknya yang belum imunisasi, mohon segera imunisasi di Puskemas terdekat. Karena putaran pertama ini masih berlangsung," kata Kohar kepada suarasurabaya.net, Selasa (13/3/2018).

Kohar mengingatkan bahwa imunisasi difteri harus dilakukan tiga kali suntik selama tahun 2018. Untuk putaran kedua, akan dilakukan pada bulan Juli, sedangkan putaran ketiga, akan dilaksanakan pada bulan November.

Kohar juga menyarankan, kondisi anak yang akan diimunisasi harus benar-benar fit atau sehat, agar tidak terjadi kesalahan interpretasi.

"Ada yang ngeluh, kenapa habis imunisasi kok suhu badannya panas. Jadi memang, setelah diimunisasi bisa timbul reaksi alami tubuh yaitu panas. Karena imunisasi itu kan, ingin membangkitkan daya tahan tubuh, dengan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan. Jika ada benda asing, sistem kekebalan tubuh kita berusaha melawan, salah satu reaksinya panas. Seharusnya, orang yang diimunisasi harus dalam keadaan sehat," jelasnya.

Menurut data Dinkes Jatim, ada 11 kota atau kabupaten di Jatim yang telah mencapai cakupan diatas 95 persen, diantaranya Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Surabaya, Lamongan, Tulungagung, Malang, Kediri, dan Bojonegoro. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.