KELANA KOTA

87 Nasabah BRI Jatim Laporkan Hilangnya Saldo Rekening ke Polisi

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 14 Maret 2018 | 22:07 WIB
Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang cemas karena uangnya hilang ramai mendatangi kantor BRI unit cabang Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, Senin (12/3/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mencatat hingga malam ini ada 87 nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang melapor bahwa saldo pada rekeningnya telah berkurang secara misterius.

"Semula kemarin ada 33 nasabah BRI yang melapor, hari ini yang melapor ke kepolisian telah bertambah menjadi 87 orang dan bisa jadi akan terus bertambah," ujar Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (14/3/2018).

Dia mengatakan 87 nasabah BRI melapor ke kepolisian semuanya berasal dari wilayah Kediri, Jawa Timur. 33 orang diantaranya tercatat sebagai nasabah BRI Unit Ngadiluwih dan 54 orang nasabah dari BRI Unit Purwokerto.

"Dua kantor unit BRI itu semuanya berlokasi di wilayah Ngadiluwih, Kediri," katanya, seperti dilansir Antara.

Menurut Barung, BRI telah memblokir rekening dari semua korban yang telah melapor.

Para nasabah mengaku mengetahui dana dalam rekeningnya berkurang pada 10 dan 11 Maret lalu.

"Korban nasabah BRI ini tiba-tiba menerima pesan singkat yang menginformasikan saldonya berkurang antara Rp500 ribu hingga 10 juta. Padahal mereka sama sekali tidak melakukan transaksi," katanya.

Barung memastikan Polda Jatim telah menurunkan tim dari Sub Direktorat Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk membantu penyelidikan di Kepolisian Resor (Polres) Kediri.

Menurut dia, selain dari pihak kepolisian, BRI juga telah menurunkan tim untuk menyelidiki apa yang sedang terjadi, termasuk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(ant/iss)



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA