KELANA KOTA

Kasus Skimming Terjadi di Surabaya, Ini Cerita Nasabah Bank Mandiri yang Jadi Korban

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 19 Maret 2018 | 20:02 WIB
Petugas rekanan Bank Mandiri saat membongkar dan memeriksa mesin ATM Mandiri di Graha Pena Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Raibnya saldo nasabah secara misterius, kali ini terjadi di Surabaya. Sejumlah nasabah Bank Mandiri memadati Kantor Cabang Pembantu Graha Pena, Surabaya, untuk mengurusi pemblokiran rekening, Senin (19/3/2018).

Nanang Purwanto Wakil Pemimpin Redaksi sebuah televisi lokal di Surabaya, yang juga menjadi korban skimming mengatakan, sebelumnya dia mendapatkan pemberitahuan via telepon dari Bank Mandiri Pusat bahwa ATM-nya dibobol.

"Hari Sabtu lalu, saya ditelepon oleh Bank Mandiri Pusat di Jakarta, yang mengkonfirmasikan apakah saya melakukan transaksi pada waktu itu. Saya bilang iya, paginya saya memang ambil uang Rp100 ribu. Terus bertanya lagi, apakah diluar itu melakukan transaksi lagi, dengan pengiriman uang ke Malaysia senilai 200 ringgit. Saya bilang tidak. Dari situlah, kartu saya diblokir untuk pengamanan, karena terjadi kejanggalan dalam transaksi," kata Nanang, saat dihubungi suarasurabaya.net.

Setelah pemberitahuan itu, lanjut Nanang, pihak bank menyuruhnya untuk segera melaporkan ke Bank Mandiri setempat. Nanang mengaku telah melapor ke pihak bank terkait kejadian itu.

"Tadi pagi, saya sudah melapor. Pihak bank membenarkan bahwa ATM saya dibobol, sebesar 200 Ringgit. Kalau dirupiahkan, itu senilai Rp716.000. Kemudian dikasih tanda terima, dan besaran yang terambil atau transaksi aneh tadi itu, akan dikembalikan lewat buku, dua hari kemudian. Jadi, pihak Bank Mandiri akan membayar kembali, uang nasabah yang hilang secara misterius itu," kata dia.

Selain membayar uang nasabah yang hilang, lanjut Nanang, pihak Bank Mandiri juga mengganti kartu ATM yang lama dengan ATM yang baru. Nanang mengatakan bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi beberapa rekan kerjanya yang di Graha Pena, juga mengalami hal serupa.

"Kalau rekan di kantor, itu kurang lebih ada 30-an orang yang jadi korban. Tapi tadi saya liat banyak nasabah yang ramai-ramai mendatangi kantor Bank Mandiri di Graha Pena. Sepertinya, mereka memang sering bertransaksi di ATM sini. Jadi bukan hanya karyawan, tapi warga lain juga kena. Saya liat tadi, banyak yang antre untuk mengurusi pemblokiran. Ada yang mengecek juga, apakah hilang atau tidak. Kalau yang hilang, biasanya di telepon Sabtu dan Minggu kemarin untuk pemberitahuan, seperti saya," tambahnya.

Nanang mengatakan saldo yang hilang jumlahnya bervariatif, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Sementara itu, mesin ATM mandiri di Graha Pena yang sebelumnya dibongkar untuk diperiksa, kata Nanang, sudah bisa digunakan kembali. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.