KELANA KOTA

Warga Nepal Pembunuh TKI di Malaysia Belum Tertangkap

Laporan Pratino Aditya Tama | Selasa, 20 Maret 2018 | 09:49 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Warga Nepal pelaku pembunuhan terhadap Santi Restauli Simbolon (25) yang ditemukan membusuk di dalam lemari selama tiga hari pada sebuah rumah di Paya Terubong, George Town, Pulau Penang, Malaysia, Selasa (13/3/2018), hingga kini belum tertangkap.

"Betul belum ditangkap. Hingga sekarang kami belum juga mendapatkan identitas tersangka pelaku," ujar Ahmad Dahlan Pelaksana Fungsi Konsuler 1 Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Penang, ketika dihubungi dari Kuala Lumpur, Selasa (20/3/2018).

Seperti dikutip Antara, Ahmad Dahlan mengatakan Atase Polri KJRI Penang sedang berkoordinasi dengan polisi setempat untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang tersangka pembunuhan tersebut.

Pernyataan yang sama disampaikan oleh Neni Kurniati Pelaksana Fungsi Konsuler 2 KJRI Penang.

"Belum tertangkap hingga sekarang. Pihak kepolisian sudah menetapkan yang bersangkutan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menyebarkan fotonya ke berbagai media masa," ujar Neni Kurniati.

Yusron B Ambary Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, mengatakan informasi media online yang menyatakan pembunuhnya sudah tertangkap tidak benar.

"Sampai hari ini terduga pelaku masih buron dan masih dalam pencarian pihak polisi. KJRI Penang terus melakukan koordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM). Kami berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan hukum dapat ditegakkan," katanya.

Rusdi Kirana Dubes RI di Kuala Lumpur saat ditanya wartawan beberapa hari lalu di Sarawak tentang hukuman terhadap pelaku pembunuhan mengatakan hukuman terhadap pelaku pembunuhan seperti yang berlaku di negara terkait.

"Ya seperti apa yang berlaku di negara ini. Kalau membunuh ya hukuman mati," tegasnya.

ACP Anuar Omar Ketua Polisi Daerah Timur Laut, beberapa waktu lalu mengatakan korban merupakan teman wanita salah seorang penghuni rumah tersebut yang dikenali sebagai warga Nepal bernama Sandip Gurung yang pernah beberapa kali datang ke rumah tersebut. Pelaku berusia 27 tahun tersebut saat ini telah menghilangkan jejak. (ant/ino/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.