KELANA KOTA

Sebuah Karung Berisi Ratusan Kartu Indonesia Pintar Ditemukan di Kios Laundry

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 20 Maret 2018 | 16:55 WIB
Kardi, RT, Lurah dan Kasat Binmas setempat membuka karung itu. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sebuah karung berisi ratusan Kartu Indonesia Pintar (KIP), ditemukan tergeletak di kios laundry, yang berada di Kawasan Sukolilo, Surabaya. Kardi (43) warga Nginden Jangkungan mengatakan ratusan KIP itu, ia temukan saat sedang membersihkan kios laundry milik ibunya, pada Senin (19/3/2018), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kardi sempat mengira bahwa karung itu berisi tumpukan baju yang akan di laundry. Namun saat ia buka, ia menemukan tumpukan amplop. Karena penasaran, Kardi mencoba membuka satu amplop, dan isinya KIP lengkap dengan berkasnya.

"Ibu saya itu minta tolong untuk bersih-bersih. Terus saya menemukan karung itu. Saya pikir isinya baju yang akan dilaundry. Saat dibuka, ternyata isinya amplop yang didalamnya ada KIP. Saya kaget. Saya takut keluarga saya nanti disangkut pautkan. Jadi, saya berusaha melaporkannya ke RT dan kelurahan setempat," kata Kardi, kepada suarasurabaya.net, Selasa (20/3/2018).

Setelah melaporkan kejadian itu, lanjut Kardi, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, bersama RT, Lurah dan Kasat Binmas setempat, karung itu dibuka bersama. Ternyata benar, karung itu berisi ratusan amplop yang didalamnya terdapat kartu KIP dan sejumlah berkas.

"Saya tidak tahu sejak kapan karung itu di kios ibu saya dan memang tidak ada yang tahu. Tapi kalau saya liat, sepertinya sudah lama. Saya kira ya itu tumpukan baju atau barang rongsokan yang mau dibuang. Tapi ternyata isinya KIP. Jadi didalam karung, dibungkus kardus, didalamnya ada amplop isinya KIP," jelasnya.

Berdasarkan keterangan Kardi, KIP yang ia temukan merupakan kartu untuk wilayah Keputih dan Gebang Putih, kecamatan Sukolilo, Surabaya. "Didalamnya juga ada berita acaranya, tapi kosong," tambahnya.

Kardi mengatakan kasus tersebut sudah ia laporkan ke Polsek Sukolilo. "Sudah dilaporkan ke Polsek Sukolilo. Saya tahu persis rasanya. Saya juga mantan guru. Saya tahu kalau bangsa kita ini sangat butuh itu. Ketika KIP itu dibuang, kasihan mereka yang belum dapat," pungkasnya.

Sementara itu, Kompol Ibrahim Gani Kapolsek Sukolilo menyatakan, dia telah menerima laporan itu, mengamankan barang bukti, dan sudah menangani kasus itu. "Nanti kita hadirkan saksi-saksi dulu, untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut," katanya kepada suarasurabaya.net, Selasa sore.(ang/iss)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.