KELANA KOTA

Kemenlu Imbau WNI Tidak Berkunjung ke Suriah Sampai Kondisi Aman

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 14 April 2018 | 14:10 WIB
Warga berjalan melewati bangunan-bangunan yang rusak setelah serangan udara di kota Douma, Ghouta Timur, Damaskus, Suriah, Jumat (23/2/2018). Foto: Reuters
suarasurabaya.net - Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk tidak berkunjung ke Suriah terkait situasi keamanan di negara tersebut.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/3/2018).

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di Suriah, Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk tidak melakukan kunjungan ke Suriah sampai situasi keamanan membaik," kata pernyataan dari Kemlu RI yang dilansir Antara.

Kementerian Luar Negeri juga mengimbau, untuk para WNI yang saat ini berada di Suriah untuk segera melaporkan diri dan selalu berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus.

Selanjutnya, bagi WNI yang ingin memberikan ataupun mendapatkan informasi terkini mengenai situasi keamanan lebih lanjut di Damaskus dan sekitarnya dapat menggunakan aplikasi bergerak Safe Travel. Aplikasi Safe Travel dapat diunduh dalam format Android dan iOS.

Bagi WNI di Suriah yang memerlukan bantuan atau informasi juga dapat menghubungi hotline KBRI Damaskus pada nomor + 963 954444810 atau + 963937021018, dan dapat juga menghubungi hotline Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri pada nomor +62 812-9007-0027.

Disisi lain, Donald Trump Presiden Amerika Serikat telah memerintahkan pelaksanaan serangan ke Suriah dengan menargetkan pengguna senjata kimia. Sebelumnya, serangan gas beracun pekan lalu telah menewaskan setidaknya 60 orang.

Trump mengatakan, operasi gabungan antara Amerika Serikat dengan Prancis dan Inggris sedang bergerak menuju sasaran dan bahwa mereka siap melanjutkan tindakan itu sampai Suriah menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Saya baru saja memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melakukan serangan secara tepat terhadap target-target yang berhubungan dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih. Ketika Trump berbicara, sejumlah ledakan terdengar di Damaskus. (ant/tna/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.