KELANA KOTA

Upaya Meramaikan Jalan Tunjungan

Laporan Denza Perdana | Senin, 16 April 2018 | 13:29 WIB
Acara Mlaku-mlaku Nang Tunjungan. Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Berbagai upaya telah dilakukan untuk meramaikan kembali Jalan Tunjungan sebagai destinasi wisata supaya warga Surabaya kembali terbiasa Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Dinas Pariwisata Kota Surabaya telah mengintensifkan kegiatan festival kuliner dan pameran kerajinan tangan di Jalan Tunjungan.

Salah satunya, Festival Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan yang biasanya menjadi event tahunan kini digelar setiap bulan melibatkan berbagai UKM binaan Pemkot Surabaya.

Retno Hariati Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kota Surabaya mengatakan, Disparta terus meningkatkan target jumlah pengunjung di setiap acara kuliner dan kraft itu.

"Target kita buat berdasarkan kegiatan sebelumnya. Februari kemarin, ada 13.000 pengunjung yang datang ke festival, Maret kemarin 14.000 pengunjung," katanya kepada suarasurabaya.net, Jumat (13/4/2018).

Selain intensifikasi kegiatan untuk mengedukasi dan membiasakan masyarakat jalan-jalan ke Jalan Tunjungan, Disparta juga terus melakukan komunikasi dengan pemilik bangunan di sepanjang jalan ikonik itu.

"Kami terus komunikasi dengan pemilik gedung. Yang aktif memanfaatkan gedungnya untuk usaha supaya memelihara (mengecat) bangunan cagar budaya," ujarnya.

Disparta mendata, setidaknya ada 13 bangunan cagar budaya di kawasan Tunjungan. Beberapa di antaranya seperti Bangunan Siola, Toko Lalwani, Toko Gading Murni, Bank Hagakita, Kantor BPN, dan Hotel Majapahit.

Demikian halnya, imbauan ini juga berlaku untuk pemilik bangunan non cagar budaya. Disparta juga mendorong para pemilik bangunan ini agar aktif menggunakan bangunannya untuk kegiatan usaha perdagangan dan jasa.

"Untuk yang tidak aktif kami mendorong mereka untuk mengalihkan fungsi bangunannya ke kuliner. Sudah ada yang berencana mengalihkan fungsinya," ujarnya.

Dia mencontohkan Toko Kacamata Fielien di Jalan Tunjungan yang sudah tidak lagi aktif. Pemilik bangunan awalnya hendak mengalihkan fungsi bangunan itu untuk perdagangan selain kacamata.

"Tadinya mau dijadikan toko apa gitu, tapi anaknya tidak setuju. Pewarisnya itu mau menjadikan bangunan itu menjadi restoran," katanya.

Sekadar diketahui untuk menyemarakkan kawasan Jalan Tunjungan, Suara Surabaya setiap tahun menggelar acara Surabaya Urban Culture Festival (SUCF). SUCF yang menampilkan produk dan budaya khas Surabaya kali ini akan digelar Sabtu, 28 April 2018 dengan tema "Tunjungan Now". Setiap tahunnya, ratusan ribu orang datang dan menikmati berbagai sajian dan pertunjukkan di SUCF.(den/tna/bid)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.