KELANA KOTA

Dishub Akhirnya Mencopot Rambu Larangan Belok Kanan Bypass Juanda

Laporan Agustina Suminar | Senin, 16 April 2018 | 11:21 WIB
Pencopotan rambu dilarang belok kanan oleh Dishub Sidoarjo, Senin (16/4/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Rambu larangan belok kanan yang ada di Jalan Raya Bypass Juanda, Sedati, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya dicopot oleh Dinas Perhubungan Sidoarjo. Dengan begitu, pengendara diperbolehkan belok kanan langsung.

"Rambu belok kanannya kita copot, nanti kita tambahkan box untuk box trafficnya untuk mengarahkan khusus ke arah Taman," kata Rizal Asnan, Kasi Pengembanan Sarana Prasarana Dishub Sidoarjo kepada Radio Suara Surabaya, Senin (16/4/2018).


Petugas Dishub Sidoarjo sedang mencopot rambu larangan belok kanan di jalan raya Bypass Sidoarjo. Foto: Istimewa

Alasan rambu ini baru dilepas sekarang, menurut Rizal Asnan, karena ruas jalan Bypass Sidoarjo merupakan wewenang dari Dinas Perhubungan Provinsi. Untuk itu, Dishub Sidoarjo harus berkoordinasi dahulu sebelum mengambil alih pengoperasian dan pemerliharaannya.

"Kemarin kita koordinasi, kita dari rapat dengan teman-teman provinsi terkait kewenangan ruas jalan, ini kan ada ruas jalan nasional, ada jalan provinsi, dan kabupaten, nah kita kan tidak punya kewenangan tapi pimpinan kita pak Bahrul Amiq ini mengendaki pengoperasian dan pemeliharaan kita ambil alih," imbuh Rizal Asnan.

Untuk menangani keterlambatan penanganan rambu lalu lintas, Dishub Sidoarjo mengaku sudah berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur agar selanjutnya penanganan lebih cepat dilakukan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman di Dinas Perhubungan provinsi, karena ini kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman di dinas perhubungan provinsi, karena ini kan yang terkait peralatan dan pengoperasiannya kan teman-teman provinsi, untuk wilayah adminstrasi kan kita," ujarnya. (tna/bid)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.