KELANA KOTA

Polrestabes Surabaya Bersama Mahasiswa Deklarasikan Anti Hoaks

Laporan Pratino Aditya Tama | Senin, 16 April 2018 | 21:18 WIB
Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya di Seminar Nasional Peran dan Tantangan Generasi Milenial dalam Menyikapi Perang Informasi di Universitas Dr Soetomo Surabaya, Senin (16/4/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya menjadi narasumber di Seminar Nasional dengan tema "Peran dan Tantangan Generasi Milenial dalam Menyikapi Perang Informasi" di Universitas Dr Soetomo Surabaya, Senin (16/4/2018).

Selain menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, seminar nasional ini turut menghadirkan narasumber lain, yakni Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra Anggota DPR RI Komisi I.

Seperti siaran pers yang diterima oleh suarasurabaya.net, dalam penyampaian materinya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengajak mahasiswa yang hadir untuk menguasai informasi yang ada dan memverifikasi dulu sebelum menyebarkan sebuah informasi di sosial media.

Kapolrestabes Surabaya itu juga menyampaikan sebuah kutipan dari Alvin Toffler untuk memotivasi para mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut.

"Siapa yang menguasai informasi maka akan menguasai dunia", ujarnya menyampaikan kutipan dari Alvin Toffler penulis dan futurolog asal Amerika tersebut.

Setelah usai acara seminar, Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya bersama Dr Bachrul Amiq Rektor Unitomo, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra, serta perwakilan mahasiswa se-Surabaya dan ratusan Mahasiwa Unitomo mendeklarasikan diri untuk melawan hoaks.

Usai pengucapan deklarasi secara bersama-sama tersebut, acara itu ditutup dengan penulisan pesan melawan hoaks di depan Ruang Auditorium Unitomo Surabaya oleh Kombes Pol Rudi Setiawan. (ino/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.