KELANA KOTA

DPR RI Sebut Facebook Hanya Tour Minta Maaf

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 17 April 2018 | 16:31 WIB
Hanafi saat menerima perwakilan Facebook Indonesia di ruang rapat Komisi I, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Facebook menyatakan permintaan maafnya atas kebocoran data penggunanya, termasuk di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Ruben Hattari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI.

Hanafi Rais Wakil Ketua Komisi I menegaskan kalau Facebook berulang kali minta maaf atas kesalahan yang dilakukannya. Terakhir adanya kebocoran data penggunanya tahun 2018 ini.

"2007 minta maaf, dan terakhir 2018 ini minta maaf lagi. Sehingga ini disebut tur minta maaf, minta maaf terus-terusan gitu," ujar Hanafi di ruang rapat Komisi I, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Tapi apapun itu, Hanafi menegaskan, harusnya facebook melakukan perbaikan.

"Untung saja mungkin baru kasus ini di Indonesia, sehingga ini jadi momentum buat kita semua terutama parlemen yang mewakili masyarakat untuk lebih pruden ketika anda sudah berjanji memperbaiki ya harus betul-betul diperbaiki," kata dia.

Dalam paparannya, Ruben Hattari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia menyebut awal persoalan itu adalah aplikasi bernama thisisyourdigitallife yang dikembangkan Aleksandr Kogan peneliti dari Universitas Cambridge.

Aplikasi pihak ketiga tersebut, menggunakan fitur Facebook Login yang memungkinkan pengembang meminta persetujuan supaya aplikasi itu bisa mengakses kategori data tertentu, dan membagikannya ke akun teman di Facebook.

Karena menemukan indikasi penyimpangan, di mana data dari aplikasi thisisyourdigitallife diserahkan kepada Cambridge Analytica, Facebook memblokir akses aplikasi tersebut pada Desember 2015, dan menuntut Aleksandr Kogan.

Berdasarkan data pihak Facebook, dari November 2013 sampai 17 Desember 2015, ada 748 orang di Indonesia sudah memasang aplikasi tersebut.

Facebook Indonesia juga menemukan tambahan sebanyak 1.095.918 orang Indonesia yang terkena dampak, karena berteman dengan pengguna aplikasi tersebut.

Dengan begitu, total ada 1.096.666 pengguna Facebook di Indonesia yang terkena dampak, atau 1,26 persen dari total yang terkena dampak secara global.

"Kami sadar belum melakukan upaya maksimal untuk mencegah penyalahgunaan perangkat kami. Maka dari itu, sekarang kami di sini ingin menyampaikan permohonan maaf," ujarnya Ruben. (faz/ino/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.