KELANA KOTA

BBPJN VIII: Bentang Jembatan Widang yang Ambruk Masih Baik dan Laik

Laporan Denza Perdana | Rabu, 18 April 2018 | 17:46 WIB
Jembatan Widang Tubnan yang ambruk. Foto: netter e100
suarasurabaya.net - I Ketut Darmawahana Kepala BBPJN VIII mengklaim, kondisi Jembatan Widang atau Jembatan Cincin Lama di Tuban yang ambruk kemarin, Selasa (17/4/2018), tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan.

Hasil analisis sementara BBPJN VIII, kondisi bentang ketiga jembatan yang ambruk sebenarnya dalam kondisi baik dan laik. Tidak ada tanda kerusakan ditemukan sampai akhirnya ambruk mengakibatkan satu korban meninggal.

"Memang pernah ada kerusakan ringan pada Jembatan Widang tapi di bentang kedua rangka baja, dan itu sudah diperbaiki di tahun 2017 lalu," ujar Ketut dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (18/4/2018).

Saat ini, ada dua tim yang bekerja di lokasi ambruknya jembatan. Tim independen Direktorat Jembatan Kementerian PUPR yang menganalisis penyebab ambruknya jembatan. Serta tim gabungan yang sedang mengevakuasi truk yang tercebur di Bengawan Solo.

Perlu diketahui, jembatan penghubung Lamongan-Tuban di Ruas Temangkar-Bts, Tuban, itu adalah jembatan rangka baja callender hamilton (CH) tipe B yang dibangun sejak 1978 silam.

Jembatan sepanjang 260 meter itu memiliki enam bentang. Lima diantaranya berbahan rangka baja, satu bentang lainnya berbahan beton. Jembatan yang ambruk berada di bentang ketiga, berbahan rangka baja.

BBPJN VIII segera melakukan perbaikan Jembatan Widang dengan mengganti rangka baja CH di bentang ketiga yang ambruk.

Rangka yang ambruk di bentang ketiga Jembatan Cincin Lama itu akan diganti dengan rangka CH dari Direktorat Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang didatangkan dari Jakarta.

BBPJN VIII menargetkan, perbaikan konstruksi jembatan yang ambruk ini tuntas dan sudah bisa dilewati secara fungsional maksimal hari H-10 sebelum lebaran 2018.

Adapun kronologi ambruknya Jembatan Widang pada Selasa kemarin terjadi sekitar pukul 11.05 WIB. BBPJN mengklaim, jembatan itu tiba-tiba ambrol mengakibatkan sebuah dump truk dan dua truk tronton, serta dan satu sepeda motor tercebur ke sungai Bengawan Solo.

Akibat peristiwa ini, satu orang korban dinyatakan meninggal (sebelumnya disebutkan dua korban meninggal,red).(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.