KELANA KOTA

BBPOM Obrak Abrik Kosmetik Ilegal di Surabaya

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 19 April 2018 | 19:30 WIB
BBPOM Surabaya bersama Polda Jatim melakukan razia kosmetik ilegal di DTC, Surabaya Kamis (19/4/2018). Foto: Anggi suarasurabaya
suarasurabaya.net - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya bersama Polda Jatim, melakukan razia kosmetik ilegal di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, yaitu Darmo Trade Centre (DTC) Kamis (19/4/2018). Disana, petugas BBPOM menemukan dua gerai yang menjual kosmetik ilegal. Diduga, ke dua tempat itu saling berkaitan atau satu kepemilikan.

Sapari Kepala BBPOM Surabaya mengatakan dari dua tempat itu, pihaknya berhasil menyita ribuan pieces dari 200 item produk kosmetik tanpa izin edar. Produk tanpa izin edar itu, kata Sapari, diduga berasal dari luar Jatim, seperti Batam bahkan luar negeri.

"Sementara ini masih kami hitung, pastinya ada berapa. Karena banyak sekali ini. Nanti akan kami tindak lanjuti siapa yang harus bertanggung jawab. Saat ini baru bisa konfirmasi dengan karyawannya saja. Kalau pemiliknya masih belum, karena tidak bisa dihubungi," kata Sapari.

Selain tidak memiliki izin edar, lanjut Sapari, ribuan produk itu juga terindikasi mengandung bahan berbahaya bagi kulit, seperti mercury, rhodamine B, thinner dan lain-lain. Bahkan, sejumlah produk yang ditemukan itu, sebelumnya telah masuk ke dalam daftar public warning oleh BBPOM, namun masih tetap saja beredar.

"Ini yang harus menjadi perhatian dari masyarakat, yang harus berhati-hati dalam memilih produk. Terutama produk yang sebenarnya sudah dilarang oleh kami dan masuk ke dalam daftar peringatan, masih bisa tersebar luas. Kami harap, sinergi dengan kepolisiam baik dari Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya, bisa membawa dampak yang baik," kata dia.

Ribuan produk yang ditemukan itu, kata Sapari, sering dijual dengan harga murah dan menjiplak merk-merk ternama. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli kosmetik, terutama memerhatikan izin edar produk tersebut.

Dengan temuan yang didapatkan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirnarkoba Polda Jatim, untuk membentuk sebuah tim, yang akan mengusut peredaran produk ilegal.

Sementara hukuman untuk pelaku terkait produk tanpa izin edar itu, kata Sapari, pelaku bisa dijerat Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 196-197, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Dwi Nia penjaga gerai mengaku tidak tahu pasti dengan produk kosmetik yang dijualnya. Dia juga tidak tahu bahwa produk itu tidak memiliki izin edar. Dia mengatakan bahwa dirinya hanya bertugas menjaga dan mencatat barang apa saja, yang habis untuk dikirim kembali.

"Saya tidak tahu barang ini sejak kapan. Saya belerja baru lima bulan disini. Saya juga jarang sekali ketemu sama pemiliknya. Karena, dia kalau kesini hanya untuk melihat barang apa saja yang habis dan mengambil uang hasil penjualan," kata dia.

Sapari menambahkan, selain di DTC, razia itu juga dilakukan di tempat lainnya, yaitu ITC Surabaya, yang melibatkan kepolisian dari Polrestabes Surabaya. (ang/tna/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA