KELANA KOTA

Bawa 17 Plat Baja Senilai Rp100 Juta, Komplotan Pembajak Truk Trailer Tertangkap

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 20 April 2018 | 08:05 WIB
Enam pelaku pembajak truk trailer beserta barang buktinya diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (19/4/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meringkus komplotan pencuri yang kerap membajak truk trailer atau pengangkut barang-barang yang dikemas dalam peti kemas di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Kami melakukan penyelidikan keberadaan komplotan ini setelah menerima laporan dari sejumlah pengusaha yang merasa barang-barang bawaannya yang dikirim melalui kapal tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selalu berkurang," ujar AKP Tinton Yudha Riambodo Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dilansir dari Antara, komplotan ini dirasa telah beraksi di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama 6 bulan terakhir.

Penyelidikan polisi menemukan komplotan yang beranggotakan enam pelaku, masing-masing berinisial Is (43), Kh (32), Pra (38), AR (30), Ma (34), dan AP (29), semuanya warga Kota Surabaya.

"Keenam pelaku ini kami ringkus saat membajak sebuah truk trailer di jalan raya tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kami telah menyelidiki gerak-gerik keenam pelaku selama dua minggu," katanya.

Saat penangkapan, keenam pelaku sedang memindahkan 17 lembar plat baja atau stainless steel coil dari dalam kontainer truk trailer ke atas mobil pick up atau bak terbuka yang telah mereka siapkan.

Sebanyak 17 lembar plat baja tersebut ditaksir nilainya mencapai Rp100 juta.

"Ini barang impor. Komplotan ini terkenal selalu menyasar truk trailer yang mengangkut barang-barang impor," ujarnya.

Tinton mengungkapan, ada kerja sama dengan sopir truk trailer sehingga komplotan ini mengetahui truk trailer yang sasarannya mengangkut barang-barang impor.

"Saat ini kami masih menyelidiki berapa banyak korban yang telah mereka bajak. Selain itu kami juga memburu penadah barang-barang impor hasil curian dari komplotan ini," ucapnya. (ant/tna/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.