KELANA KOTA

Jatim Jadi Tuan Rumah Pameran Indonesia Quality Expo ke-6

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 20 April 2018 | 14:43 WIB
Kepala BSN (batik pelangi), Fattah Jasin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Timur (batik putih) saat pemberian plakat. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Standarisasi Nasional meluncurkan kegiatan Indonesia Quality Expo (IQE) 2018, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jatim, Jumat (20/4/2018).

Kegiatan tersebut merupakan serangkaian acara untuk memperingati Bulan Mutu Nasional (BMN), yang akan menampilkan sejumlah produk bersertifikat SNI. Rencananya, acara tersebut akan digelar di Grand City Convex, Surabaya, pada 25-28 Oktober 2018 mendatang.

Bambang Prasetya Kepala BSN mengatakan pada IQE ke-6 ini, pihaknya memilih Jatim, tepatnya di Surabaya, yang menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan BMN.

Menurutnya, Jatim tercatat sebagai provinsi yang berkomitmen tinggi dalam penerapan SNI, khususnya tahun 2014. Terlebih dalam hal itu, Soekarwo Gubernur Jatim pernah meraih penghargaan sebagai Tokoh Standarisasi.

"Untuk itu, kami menilai bahwa Jatim sangat tepat menjadi tuan rumah penyelenggaraan BMN dan IQE. Tahun kemarin, kami sudah pernah melaksanakannya di Makassar," kata Bambang saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Jumat (20/4/2018).

Hingga saat ini, lanjut Bambang, ada sekitar 1.233 merek produk dari industri yang berlokasi di Jatim, telah memiliki sertifikat SNI, seperti produk elektrik, makanan dan minuman, kendaraan, konstruksi, bangunan dan lain-lain. Tidak hanya itu, beberapa organisasi dan industri juga telah menerapkan SNI, seperti PT. Petrokimia Gresik, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan.

"Itu baru SNI produk. Tapi kalau SNI Sistem Manajemen Mutu bisa lebih dari itu," tambahnya.

Adapun untuk Lembaga Penilaian Kesesuaian, seperti laboratorium pengujian/kalibrasi/medik, lembaga sertifikasi, dan lembaga inspeksi yang sudah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Jatim dan siap mendukung sertifikasi SNI, yaitu sebanyak 54 LPK.

"Berkaitan dengan infrastruktur mutu, saya menilai Jatim sangat siap untuk memperkuat daya saing produk lokal maupun nasional dengan meningkatkan infrastruktur mutunya," jelasnya.

Pameran IQE tahun ini, kata Bambang, pihaknya akan menargetkan 250 stand yang akan diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan BSN baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi maupun pemerintah daerah dan pusat. Selain itu, lewat pameran ini, para pemangku juga bisa saling bertukar informasi mengenai perkembangan standarisasi dan penilaian kesesuaian serta bertransaksi.

Sehubungan dengan itu, M. Ardi Prasetyawan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim mengatakan pihak Pemprov Jatim nantinya akan turut serta mendukung dan terlibat dalam pameran tersebut, dengan menampilkan produk-produk unggulannya yang sudah ber-SNI.

"Sebagai bukti komitmen, kami akan terlibat didalamnya. Kami akan tampilkan produk-produk unggulan yang pastinya sudah bersertifikat SNI," kata Ardi. (ang/dwi/ipg)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA