KELANA KOTA

Dirjen Konservasi: Populasi Harimau di Sumatera Tinggal 400 Ekor

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 21 April 2018 | 14:40 WIB
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno (kedua kanan) menjelaskan kronologis pencarian hingga proses evakuasi Harimau Sumatera yang bernama Bonita di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, di Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/4/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Ir Wiratno Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananmengatakan populasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini diperkirakan berkisar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor," kata Wiratno dalam jumpa pers keberhasilan penangkapan harimau Bonita di Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/4/2018).

Dilansir dari Antara, sebaran satwa dilindungi tersebut menyebar dari Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margastwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung.

Dia mengakui jika harimau sumatera yang merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera.

Untuk itu, dia mengatakan perlu upaya menjaga habitat harimau, termasuk diantaranya melestarikan siklus makanan pada habitatnya.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," ujarnya.

Di Riau 190 Ekor

Lebih jauh, Mulyo Hutomo Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengatakan, populasi harimau sumatera yang berada di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor atau sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Populasi harimau sumatera di Riau diperkirakan sekitar 190 ekor," ujarnya.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau, termasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita. (ant/tna)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.