KELANA KOTA

Gubernur Setuju Proyek Tol Lingkar Luar Timur Sidoarjo Ditawarkan ke Perusahaan Korea Selatan

Laporan Denza Perdana | Senin, 23 April 2018 | 18:34 WIB
Kemacetan di Jalan Kahuripan, Sidoarjo. Foto: Karya via e100
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, dia menyetujui inisiatif Pemkab Sidoarjo membangun tol di lingkar luar timur yang akan terhubung ke Terminal 3 (T3) Bandara Juanda dan Middle East Ring Road (MERR) Surabaya.

"Itu bagus. Ini inisatif Pemkab Sidoarjo. Saya setuju itu. Nanti tembus MERR atau bandara baru. Di sebelah utaranya bandara lama," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo, Senin (23/4/2018).

Proyek itu, kata Pakde Karwo, sedang ditawarkan kepada salah satu perusahaan Korea Selatan, agar mereka yang mengerjakan.

Perusahaan yang dia maksud adalah Incheon Airport Corporation, perusahaan pengelola Bandara Incheon Korsel, yang sedang menjadi konsultan PT Angkasa Pura I untuk pembangunan T3 Bandara Juanda.

Pemprov Jawa Timur, kata Pakde Karwo, akan mempermudah perizinan yang diperlukan. Sementara pembebasan lahan dan persiapan lain-lain akan dikerjakan Pemkab Sidoarjo.

"Kan tanahnya Sidoarjo, yang tanggung jawab Pemkab Sidoarjo. Pak Saiful Illah bilang, beres," ujarnya.

Pakde Karwo mengatakan, dia menyetujui usulan dari Pemkab Sidoarjo ini karena, menurut dia, saat ini Jawa Timur membutuhkan sistem transportasi yang mampu memecah kemacetan.

Rencana pembangunan tol lingkar luar timur Sidoarjo itu, kata dia, akan mengurangi beban kendaraan yang masuk tengah kota. Ini juga sejalan dengan keinginan Pemprov Jatim agar kendaraan berat tidak sampai masuk ke tengah kota.

"Pokoknya makin banyak (jalan tol), makin baik. Ini masih ditawarkan," katanya.

Soekarwo juga menjelaskan status beberapa rencana pembangunan jalan tol di Jawa Timur. Seperti Jalan Tol Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak atau yang lebih dikenal sebagai tol tengah kota.

Pakde Karwo mengatakan, proyek yang masuk dalam Rencana Tata Ruang Nasional sebenarnya masih masuk dalam rencana strategis nasional. Namun dia mengakui, proyek tol tengah itu akan dikaji ulang setelah sebelumnya ditolak Pemkot Surabaya.

"Sebetulnya yang perlu (tol itu,red) Kementerian PUPR. Kalau kami (Pemprov Jatim,red) yang perlu adalah sistem transportasi yang tidak menjadi macet," katanya.

Gubernur juga mengakui, jalur Aloha ke Surabaya setiap hari hampir terjadi kemacetan. Beban kendaraan yang melintas Sidoarjo-Waru nyaris tidak tertampung lagi.

Salah satu solusi, kata Pakde Karwo, adalah terealisasinya tol Porong-Mojokerto. Dirinya yakin setelah dibangunnya jalan tol ini beban kepadatan kendaraan akan berkurang.

"Porong-Mojokerto, terus (lalu,red) Batu-Sukorejo, kemarin yang mau bangun tol sudah ketemu kami. Ini juga untuk akses pariwisata Singosari," katanya.

Keberadaan tol Porong-Mojokerto, menurutnya, akan sangat membantu mengalihkan kendaraan besar agar tidak sampai masuk tengah kota. Dia juga berharap, Tol Legundi-Bunder yang dia nilai akan berperan penting bisa segera terealisasi.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.