KELANA KOTA

Risma Wali Kota Geram Peredaran Jutaan Butir Pil Koplo

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 23 April 2018 | 22:10 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya turut hadir dalam press release pengungkapan jutaan Pil Double L atau pil koplo yang digelar di Polrestabes Surabaya, Senin (23/4/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya turut hadir dalam press release, terkait pengungkapan jutaan Pil Double L atau pil koplo, yang digelar di Polrestabes Surabaya, Senin (23/4/2018). Melihat jumlah pil koplo yang tidak sedikit, Risma mengaku shock dan penasaran.

Tidak hanya shock melihat jumlah pil koplo yang berhasil diamankan polisi, Risma juga menggelengkan kepala saat melihat jumlah tersangka sebanyak enam orang. Terlebih, usia para tersangka juga masih tergolong masih muda. Risma mengaku geram dan sangat menyesalkan perbuatan tersangka yang sangat merusak masa depan generasi muda di Surabaya.

Saking kesalnya, Risma mendatangi para tersangka sambil membawa bungkusan pil koplo ke hadapan para tersangka.

"Minum, minum ini. Mau kamu? Mau adikmu tak kasih ini? Mau anak mu tak kasih ini? Bayangkan! Bagaimana bahayanya obat ini. Coba kamu minum sendiri ini!," kata Risma sambil menyodorkan bungkusan pil koplo.

Risma mengatakan pil koplo itu, merupakan senjata kimia yang bisa membunuh secara pelan-pelan semua anak-anak di Jatim, terutama di Surabaya. Dia berharap, seluruh penegak hukum dan elemen masyarakat bisa bersama-sama kompak mencegah peredaran pil koplo, agar masa depan generasi muda bisa terselamatkan.

"Untuk anak-anakku, tidak usah merasa sendiri. Saya imbau ini. Meskipun orang tua sudah tidak ada, ataupun lagi ada permasalahan, jangan lari, jangan lampiaskan ke pil ini. Ingat, kalian masih punya saya, ada pak polisi, yang siap menemani," terangnya.

Dalam hal ini, Risma juga mengaku senang dan sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dan BNN yang sudah membantu untuk menggagalkan peredaran pil koplo di Surabaya, dengan jumlah 4,8 juta butir. (ang/tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.