KELANA KOTA

Minggu, Pemkot dan Kebun Raya Indonesia Gelar Jaga Bumi Festival

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 26 April 2018 | 17:22 WIB
Joestamadji Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya dan perwakilan dari Yayasan Kebun Raya Indonesia saat melakukan konferensi pers, Kamis (26/4/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Yayasan Kebun Raya Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya menggelar Jaga Bumi Festival. Salah satu rangkaian acara ini akan berlangsung di Jl Tunjungan Minggu (29/4/2018) mendatang.

Dalam rangkaian acara itu, Pemkot, LIPI dan Kebun Raya Indonesia akan menandatangani kesepakatan untuk mulai mewujudkan Kebun Raya Mangrove di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

Joestamadji Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya mengatakan, penetapan kawasan kebun raya mangrove ini berada di atas tanah 80 hektar yang ada di Kelurahan Gununganyar Tambak, Kelurahan Mendokan Ayu, dan Kelurahan Wonorejo.

"Setelah MoU nanti barulah para peneliti LIPI dan Kebun Raya Indonesia akan memulai merealisasikan gagasan ini. Kami dari Pemkot juga mulai mendapat pelatihan," ujarnya, Kamis (26 /4 /2018).

Sementara, Michael Sumarijanto Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia mengatakan, event Jaga Bumi Festival juga akan diramaikan mulai Jumat (27/4/2018) sampai Sabtu (28/4/2018) besok. Salah satunya dengan sarasehan para peraih gelar Kalpataru di lantai 4 gedung Siola.

Pada Minggu pagi, helatan ini akan dilanjutkan dengan jalan sehat yang akan start dari Balai Kota menuju ke Jl Tunjungan. Kemudian berlanjut dengan pagelaran dan penampilan dua band, The Sigit dan Tip-X pada Minggu malam.

Megawati Soekarno Putri Ketua Umum PDI Perjuangan dijadwalkan hadir di acara Jaga Bumi Festival ini. Sebab, selama ini Mengawati merupakan penggagas gerakan menciptakan Kebun Raya di seluruh Indonesia.

"Yayasan ini didirikan ibu Megawati Soekarnoputri. Rencananya beliau hadir untuk berdiskusi dengan 80 orang peraih Kalpataru dari seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Michael, pembuatan Kebun Raya Mangrove di Surabaya karena Indonesia merupakan bagian dari negara kepulauan. Mangrove harus dilestarikan untuk menjaga abrasi air laut.

"Harapannya kegiatan ini akan menjadi agenda lingkungan hidup tahunan," katanya.

Sementara, Pemkot Surabaya menginformasikan kepada masyarakat, Jalan Tunjungan akan ditutup dua hari. Karena pada Hari Sabtu (28/4/2018) ada Surabaya Urban Culture Festival (SUCF), sedangkan pada Minggu (29/4/2018) ada acara Jaga Bumi Festival. (bid/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.