KELANA KOTA

Ketua DPR Khawatirkan Kondisi Jembatan Tua di Jalur Pantura

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 26 April 2018 | 20:17 WIB
Lalu lintas kendaraan di jalan Pantura di Karawang, Jawa Barat, Minggu (3/7/2016). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Bambang Soesatyo Ketua DPR RI meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencermati kondisi jembatan-jembatan di jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa yang rata-rata sudah berumur 20-45 tahun.

Bambang sangat berharap jembatan di jalur Pantura Jawa yang akan segera dipakai para pemudik benar-benar dalam kondisi sangat prima.

Dia mengatakan, jembatan yang perlu memperoleh perhatian khusus adalah di daerah Pangenan dan Ender di Kabupaten Cirebon, serta Losari, dan Tanjung di Brebes.

"Ada beberapa kerusakan yang mengkhawatirkan," ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Karena itu Bamsoet meminta Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah melakukan audit konstruksi dan meninjau ulang standar kelayakan dan keamanan pondasi jembatan di jalan nasional di seluruh Indonesia secara berkala.

"Terutama di kawasan perbatasan yang dilalui banyak angkutan bermuatan berat," jelasnya.

Jika memang ada kerusakan pada jembatan-jembatan di jalan nasional, Bamsoet meminta pemerintah segera memperbaikinya. Terlebih, jalur Pantura punya peran penting bagi jalur logistik dan untuk lalu lintas pemudik.

"Segera lakukan perbaikan atas kerusakan yang ada guna memperlancar arus lalu lintas dan meminimalkan kecelakaan, mengingat sudah memasuki jelang arus mudik Lebaran 2018," kata dia.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng kepolisian untuk memperketat pengawasan atas kendaraan berat yang mengangkut barang melebihi tonase di jalan nasional.

"Perketat pengawasan dengan razia, termasuk di jalan tol terhadap truk-truk atau tronton yang mengangkut muatan melebihi kapasitas guna meminimalisasi kerusakan jalan raya yang diakibatkan kelebihan muatan angkutan barang," pungkasnya.(faz/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.