KELANA KOTA

Risma Konsultasi ke Polisi Soal Indikasi Kecurangan UNBK SMP/MTs

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 26 April 2018 | 19:35 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya bersama Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya, Kamis (26/4/2018). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya merespon cepat adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di salah satu SMP negeri Surabaya.

Dia sangat menyayangkan hal tersebut, sebab pelaksaaan UNBK SMP/MTs yang seharusnya dilaksanakan dengan kejujuran namun ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Risma mengatakan, telah ditemukan adanya indikasi kejanggalan pada pelaksanaan UNBK di salah satu sekolah SMP Negeri Surabaya. Peserta ujian yang seharusnya melaksanakan pada sesi pertama (pagi), tapi melaksanakan ujian pada sesi ke tiga (sore).

"Mestinya anak-anak itu mengikuti ujian sesi satu, tapi malah dipindah ke sesi tiga. Dan kami temukan adanya kejanggalan," ujar Risma Walikota saat menggelar jumpa pers di ruang kerja Balai Kota, Kamis, (26/4 /2018) sore.

Adanya temuan ini, Risma menegaskan, hal ini pertama kali ditemukan sendiri oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya yang sedang memantau jalannya proses UNBK SMP/MTs melalui Pos Terpadu. Dia memastikan, temuan ini jelas merujuk pada indikasi kecurangan.

"Kami tidak bisa ngomong itu settingan dari awal. Dan yang menemukan pertama kali Dispendik Surabaya. Makanya kemudian kita konsultasikan ke pihak Kepolisian dulu," ujar Risma.

Senada hal ini, Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengaku menemukan adanya kejanggalan pada pelaksanaan UNBK SMP/MTs disalah satu SMP Negeri Surabaya.

"Kami temukan adanya kejanggalan UNBK. Sehingga kemudian kami coba datangi sekolah tersebut untuk mengamankan komputer dan handphone dari teknisi," katanya.

Menurutnya, adanya kecurangan pada pelaksanaan UNBK tersebut, bukanlah kebocoran soal. Namun, ada indikasi akses illegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah soal ujian yang diakses secara illegal tersebut yang benar diujikan.

"Di sekolah tersebut, terdapat 30 an komputer. Tapi yang diakses oleh teknisi ada 5 komputer. Kemudian soal itu difoto oleh teknisi dan diinfokan ke pihak luar dan dikerjakan," katanya.

Sementara itu, Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolres Surabaya yang juga ikut dalam konferensi pers mengatakan, adanya indikasi kecurangan soal tersebut saat ini masih dalam tahap konsultasi. Rencananya, malam ini akan dilakukan pelaporan oleh Dinas Pendidikan.

"Rencananya akan kita kembangkan. Saat ini masih dalam tahap konsultasi dengan kita," katanya. (bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.