KELANA KOTA

Customer is King Soroti Masyarakat Cuek

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 30 April 2018 | 18:34 WIB
Pementasan Customer is King di UK Petra Surabaya, soroti masyarakat yang cuek. Foto: Humas UK Petra Surabaya.
suarasurabaya.net - Customer is King adalah judul penampilan teater berbahasa Inggris para mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya.

Lakon ini sengaja dipilih menyoroti sisi kepedulian masyarakat mengenai kasus bunuh diri yang belakangan marak terjadi.

Pementasan ini dijadwalkan digelar empat hari berturut-turut mulai Rabu (2/5/2018) hingga Sabtu (5/5/2018) di Studio Petra Little Theatre, Gedung B lantai 2 kampus UK Petra jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya.

"Dua tahun belakangan ini kasus bunuh diri mewarnai perbincangan masyarakat serta pemberitaan media. Yang paling menarik, tindakan bunuh diri yang disiarkan secara langsung menggunakan media sosial," terang Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT UK Petra, Surabaya.

Oleh karena itu, lanjut Stefanny Irawan, masyarakat perlu terus menginformasikan dan terus menggaungkan topik ini agar masyarakat luas semakin menyadari pentingnya mencarikan solusi atas persoalan ini.

Naskah yang ditulis merupakan karya original dari Edwin Siongko Winarto yang juga seorang mahasiswa Program ECI UK Petra angkatan 2014. Karya ini ditulis sejak Edwin masih di kelas play writing pada tahun 2017 yang lalu.

Proses audisi para pemain dimulai sejak Februari 2018 yang kemudian dilanjutkan dengan latihan yang disutradarai Hapsari Lily Dewanti, mahasiswa Program ECI UK Petra angkatan 2014.

Pementasan Customer is King ini berdurasi kurang lebih 60 menit dengan tiga orang pemain yang semuanya merupakan mahasiswa Program ECI UK Petra.

Cerita kali ini mengambil lokasi di sebuah hotel dan mengisahkan seorang manager hotel, karyawan magang, dan seorang pelanggan yang ingin bunuh diri.

Berawal dari ajaran sang manager: pelanggan adalah raja dan karenanya harus memberikan apapun yang mereka inginkan asalkan ada uang, si karyawan magang dihadapkan dengan konflik antara memilih menyelamatkan pekerjaan dan bisnis yang dipercayakan kepadanya atau menyelamatkan nyawa orang.

"Saya menyoroti isu upaya bunuh diri dari sudut bystander atau orang lain yang mengetahui adanya tindakan bunuh diri ini karena saya sangat terusik dengan sikap masyarakat terhadap kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini," ujar Edwin Siongko Winarto.

Tokoh manager hotel mewakili masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk cuek dan tidak terlibat jauh, sedangkan karyawan magang menggambarkan anak muda yang dinamis dan bertindak sebagai agen perubahan.

"Saya berharap naskah ini bisa mengingatkan bahwa ada pilihan lain selain menjadi orang yang tidak peduli atau menghakimi," tegas Edwin Siongko Winarto, Senin (30/4/2018).(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.