KELANA KOTA

Risma Kunjungi Keluarga Bayu Korban Bom: Bapakmu Pahlawan, Nak...

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 14 Mei 2018 | 19:08 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya berbicara dengan anak pertama almarhum, Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monique Dewi Andini. di Jalan Gubeng Kertajaya I/15, Surabaya, Senin (14/5/2018). Foto: Bangga Surabaya
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengunjungi keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban meninggal dunia peledakan bom Gereja Santa Maria Tak Bercela, di rumah mereka, di Jalan Gubeng Kertajaya I/15, Surabaya, Senin (14/5/2018).

"Bapakmu pahlawan, nak... Kalau tidak ada bapakmu, mungkin korban yang jatuh di sana bisa jauh lebih banyak lagi," kata Risma kepada anak pertama almarhum, Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monique Dewi Andini.

Pada saat tiba di rumah duka pada sekitar pukul 16.00 WIB, perempuan wali kota pertama di Surabaya ini kontan tidak kuasa menahan air matanya. Bayu gugur di tempat seiring dua teroris meledakkan diri di tempat, saat dia sekuat tenaga menghalau teroris itu masuk ke dalam komplek gereja Katolik itu.


Aloysius Bayu Rendra Wardhana bersama istri dan anaknya. Foto: Facebook Monique Dewi Andini

Risma menciumi kedua anak suami dari Monique Dewi itu. "Kamu harus bangga sama bapakmu, nanti kalau besar yang pinter ya," kata Risma kepada anak kedua yang baru berusia 10 bulan, seperti dilansir Antara.

Rekaman Gereja Santa Maria Tak Bercela yang Bayu jaga --dia aktivis gereja Katolik itu-- menunjukkan bahwa apabila tidak dihalau mendiang Bayu, maka teroris usia muda, bisa dipastikan akan bisa langsung merangsek ke bagian dalam dan menimbulkan korban lebih banyak.(ant/iss)


Status Facebook Monique Dewi Andini.
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.