KELANA KOTA

Doktrin Keluarga Pelaku Teror, Mulai Pengajian Khusus Sampai Homescholling

Laporan Zumrotul Abidin | Selasa, 15 Mei 2018 | 10:44 WIB
Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim dalam keterangan pers di Media Center Mapolda Jatim, Selasa (15/5/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim mengatakan, akan memberikan pendampingan bagi anak-anak pelaku bom bunuh diri yang selamat dalam insiden di Surabaya dan Sidoarjo.

Sebab, dari pemeriksaan awal anak-anak ini didoktrin oleh orang tuanya sejak kecil dengan ideologi radikal dan tertutup. Bahkan, mereka dikungkung dalam doktrin khusus dan tidak boleh sekolah.

"Kalau ditanya orang lain di suruh mengaku kalau homescholling. Dia juga tidak boleh berinteraksi dengan orang lain, hanya dengan keluarga di rumah saja," ujar Kapolda dalam keterangan pers di Media Center Mapolda Jatim, Selasa (15/5/2018).

Kapolda mengatakan, tiga keluarga pelaku teror ini juga sangat sering bertemu dalam majelis pengajian khusus. Mereka sering ketemu setiap minggu di rumah Dita Uprianto di Medokan Ayu Rungkut Surabaya.

"Peranan ibu dan ayah mereka sangat penting terhadap doktrinasi ini," katanya.

Kapolda mengatakan, tiga anak pelaku yang selamat dari ledakan di Rusunawa Wonocolo Sepanjang Sidoarjo sudah mulai bisa berinteraksi dengan psikolog. Sementara, satu anak yang selamat di ledakan Mapolrestabes masih dalam pemulihan dari pengaruh obat bius.

"Kalau yang tiga dari Sidoarjo sudah bisa diajak ngobrol. Kayaknya yang paling besar tidak mengikuti jejak orang tuanya karena dari kecil ikut neneknya. (bid/tna/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.