KELANA KOTA

Pesan Duka Jamaah Tarawih Masjid Al Akbar untuk Korban Bom di Surabaya

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 16 Mei 2018 | 20:55 WIB
Tarawih hari pertama di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diikuti ribuan jamaah, Rabu malam. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tarawih hari pertama di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diikuti ribuan jamaah, Rabu malam. Shalat Tarawih ini menandai dimulainya puasa di bulan Ramadhan 1439 hijriah bagi seluruh umat muslim pada Kamis (17/5/2018).

Endro Siswantoro Direktur Utama Masjid Al Akbar sempat menyampaikan sambutan bahwa seluruh jamaah dan pengurus Masjid Al Akbar menyampaikan duka mendalam terhadap para korban teror bom di Surabaya. Aksi teroris itu sungguh kejam dan sangat bertentangan dengan Agama Islam.

"Kami keluarga besar pengurus Masjid Al Akbar Surabaya menyampaikan duka mendalam terhadap korban bom yang dilakukan teroris di Surabaya," ujarnya dalam sambutan.

Sebelum sekitar 20 ribu jamaah melaksanakan shalat tarawih, KH Abdussomad Buchori Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya memberikan tausiah bertema: Ulama, Peran, Fungsi dan Tanggung Jawab Terhadap Umat.

Dalam ceramah itu, KH Abdussomad sempat mempertegas bahwa tidak ada perintah agama Islam untuk meledakkan bom. Media dan negara tidak boleh menuduh yang melakukan teror adalah agama Islam. Menurut Abdussomad, Organisasi ISIS itu bukan Islam.

Abdussomad juga membacakan pernyataan sikap MUI atas peristiwa teror bom di Jawa Timur. MUI mengutuk keras pelaku pengeboman di Surabaya karena tindakan tersebut mencederai rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta menganggu ketenangan masyarakat.

"Terorisme bukan agama Islam. Setiap orang yang memahami ajaran Islam pasti mengutuk tindakan terorisme," ujar Abdussomad.

Mui telah mengeluarkan fatwa bahwa, aksi terorisme adalah kejahatan kemanusiaan baik yang dilakukan perorangan, kelompok maupun negara sekalipun.

"Kami juga meminta aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan tuntas," katanya.

Sementara itu, Helmi Muhammad Nur Humas Masjid Al-Akbar Surabaya mengatakan, jumlah jamaah tarawih di hari pertama sebanyak 20 ribu orang.

Masjid Al Akbar, kata Helmi, juga meningkatkan pengamanan di kawasan masjid dengan menambah personel kemanan dari biasanya berjumlah 5 orang ditambah menjadi 20 orang.

Masjid menyiapkan command center yang terintegrasi dengan 16 CCTV di dalam masjid dan 7 CCTV di luar masjid.

"Kami juga siapkan paramedis dua ambulans dan dua dokter. Alhamdulilah, antusias jamaah tidak terpengaruh aksi teroris yang terjadi di Surabaya," katanya.(bid/rs)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.