KELANA KOTA

Bentengi Siswa, Disdik Surabaya Siapkan Alat Deteksi Dini Suasana Hati

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 17 Mei 2018 | 09:45 WIB
M. Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menyiapkan alat pendeteksi dini suasana hati siswa ketika datang ke sekolah, sebagai upaya membentengi siswa dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

M. Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya mengatakan alat pendeteksi dini tersebut sesuai arahan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang disampaikan kepada para kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, madrasah diniyah dan pondok pesantren se-Kota Surabaya pada Rabu lalu (16/5/2018).

"Apakah anak tersebut sedih atau senang. Nanti ada alat pendeteksi semacam itu dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas," kata Ikhsan, dilansir Antara, Kamis (17/5/2018).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membuat software sederhana untuk memasukkan nama anak-anak yang tidak sekolah agar terdata dengan baik.

"Kami akan mendalami jika terdapat anak yang dalam kurun waktu satu hari tidak masuk sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan bahwa pihaknya meminta para guru memperhatikan dan melaporkan anak yang secara tiba-tiba tidak sekolah.

"Segera saya koordinasikan dengan Pak Ikhsan (Kadinas Pendidikan Kota Surabaya)," katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak trauma, pihaknya menyediakan wadah trauma center bagi korban bom maupun yang berada di lingkaran teroris, khususnya anak-anak.

Saat ini, dirinya telah berkoordinasi bersama dengan jemaat gereja, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya terkait dan profesi himpunan psikologi klinis dan sekolah.

"Metode pendampingan satu anak akan didampingi satu psikolog baik ketika di rumah sakit, di rumah maupun di sekolah," katanya. (ant/ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.