KELANA KOTA

Dua Srikandi Indonesia Kibarkan Merah Putih di Tujuh Puncak Gunung Tertinggi Dunia

Laporan Jose Asmanu | Kamis, 17 Mei 2018 | 15:44 WIB
Deedee dan Hilda Tim ekspedisi The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - "Mimpi itu hanya menjadi nyata melalui keajaiban, dia diraih melalui keringat, determinasi, dan kerja keras." Penggalan kata Colin Powell ini menjadi gambaran singkat rangkain ekspedisi The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU).

Mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia, Puncak Gunung Everest yang memiliki ketinggian 8.848 mdpl (meter di atas permukaan laut), Kamis (17/5/2018).

Berita gembira ini dikirim oleh Hilda salah satu pendaki Tim WISSEMU melalui pesan satelit sesaat setelah sampai di Puncak Gunung Everest.

"Puji Tuhan Summit! Saat ini tanggal 17 Mei 2018, pukul 5.50 WIB, Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak Everest! Bendera Indonesia di tujuh puncak dunia! Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa! Untukmu Indonesia! Terima kasih banyak Unpar, Mahitala, Bank BRI, Multikarya Asia Pasifik
Raya!" Kata Hilda.

Hilda juga sempat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua rekan yang telah memberi dukungan dari Tanah Air dan berharap keberhasilan ini bisa menjadi berita baik untuk Indonesia. "Bangkit Indonesia!" Serunya.

Rasa bangga juga diucapkan Mangadar Situmorang Rektor Universitas Katolik Parahyangan. Dia mengucapkan selamat untuk Tim Wissemu, Deedee dan Hilda. Dia mengaku bangga terhadap dua putri terbaik Indonesia atas capaian di puncak terakhir dari 7 benua, Everest.

"Atas nama civitas akademika Universitas Katolik Parahyangan, saya menyampaikan selamat dan bangga terhadap dua mahasiswa UNPAR yang telah menggoreskan prestasi yang membanggakan seluruh anak bangsa," ujarnya.

Tim Wissemu memulai perjalanan pada 17 April 2018, dengan proses aklimatisasi, aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu, dari EBC (5.400 mdpl) hingga Camp 1 (7.050 mdpl).

Setelah proses aklimatisasi, Tim WISSEMU melakukan proses pemulihan di Desa Zhaxizongxiang yang berada pada ketinggian 4.150 mdpl. Pemulihan ini dilakukan sembari menunggu cuaca pendakian terbaik.

Akhirnya, pada 11 Mei, semesta mendukung perjalanan Tim dengan cuaca yang cerah. Tim memulai pendakian selama enam hari dan akhirnya mencapai puncak Everest. Perjalanan menuju puncak di mulai dari Everest Base Camp Tibet (5.200 mdpl).

Jalur yang dilalui sama dengan jalur saat proses aklimatisasi, yaitu dari EBC menuju Intermediate Camp (IR) (5.800 mdpl), lalu bergerak menuju Advanced Base Camp (ABC) (6.400 mdpl) dan beristirahat sehari di ABC.

Setelah cukup mengisi tenaga untuk summit attempt, tim akhirnya bergerak menuju Camp 1 (7.050 mdpl), lalu keesokan harinya menuju Camp 2 (7.800 mdpl), dan pada tanggal 16 Mei 2018 sampai di Camp 3 (8.271 mdpl).

Tantangan terakhir sebelum mencapai puncak adalah Summit Ridge (8800 mdpl), jalan setapak dengan sisi kiri dan kanan jurang yang terjal. Pada pukul 05.50 waktu setempat akhirnya tim menapakkan kakinya di Puncak Everest (8.848 mdpl).

Deedee dan Hilda sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 29 Maret 2018. Dua mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain.

Dengan pencapaian ini, kedua srikandi itu mencatatkan diri sebagai perempuan Indonesia dan perempuan asia tenggara pertama yang berhasil menyelesaikan misi seven summits.

Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014. Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini akan sangat sulit dilakukan.

Meski perjalanan ini hampir terancam, tidak terealisasi karena permasalahan dana, berkat dukungan Bank BRI sebagai sponsor utama, Multi Karya Asia Pasifik Raya (MKAPR), Universitas Katolik Parahyangan, sponsor pendukung lain, dan seluruh warga Indonesia, perjalananan ini bisa berhasil.(jos/den)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.