KELANA KOTA

Warga Dusun Betro: ST dan LT Pemain Lama JAT

Laporan Denza Perdana | Jumat, 18 Mei 2018 | 00:06 WIB
Rumah terduga teroris ST dan LT di Dusun Betro, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Kamis (17/5/2018). Foto: Fuad Maja FM
suarasurabaya.net - Warga Dusun Betro, Desa Betro, Kecamatan Kemelagi, Kabupaten Mojokerto tidak kaget ketika Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengamankan ST (50) dan LT (29) sebagai terduga teroris, Kamis (17/5/2018).

ST adalah ayah LT. Mereka tinggal di rumah itu bersama tiga anak ST lainnya. Termasuk bersama UR, istri ST, dan menantu mereka.

Menurut warga, ST dan LT (anak tertua) adalah "pemain lama".

Tim Maja FM mengumpulkan informasi dari Ali Imron, tokoh agama setempat, sekaligus pemilik gudang percetakan tempat kedua terduga teroris bekerja.

Ali menceritakan, pada 2011 silam, warga sudah pernah menggerebek rumah keluarga ST karena keterlibatan mereka dengan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Saat itu, warga setempat resah dengan keberadaan JAT di lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka menilai kelompok JAT sering mengafir-kafirkan orang lain.

Sikap penolakan Warga Dusun Betro atas radikalisme itu berujung perobohan tempat berkumpul kelompok ST, yang saat itu mengaku sebagai Ketua JAT Mojokerto.

Sebelum dibubarkan warga, di tempat itu seringkali ada pertemuan atau pengajian rutin dua kali sebulan, yang bagi warga, penampilan kelompok ini meresahkan dan mencurigakan.

ST, menurut Ali, pernah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa pada 1990 silam. Tapi dia gagal. Dia juga pernah menjadi menjalankan usaha tambang pasir. Tapi ini juga gagal.

Di tengah-tengah kegagalan itulah, kata Ali, ST mulai didekati oleh kelompok garis keras. Sampai akhirnya mengaku dirinya sebagai Ketua JAT Mojokerto.

Setelah pembubaran tempat berkumpul kelompok JAT di Dusun Betro, aktivitas kelompok ST berpindah ke rumahnya.

AKBP Sigit Dany Setiyono Kapolresta Mojokerto mengatakan, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap kedua terduga teroris, serta memintai keterangan kepada istri ST dan LT.

Hasil penggeledahan di rumah terduga teroris, Densus 88 Antiteror menemukan dan mengamankan puluhan buku jihad di rumah keluarga ST.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.