KELANA KOTA

MUI: Rilis Nama-Nama Mubaligh Belum Final dan Bisa Bertambah

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 20 Mei 2018 | 20:23 WIB
Ilustrasi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Zainut Tauhid Saadi Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, jumlah penceramah dalam daftar rekomendasi mubaligh Kementerian Agama bisa bertambah.

"Nama-nama tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Menag belum final jadi masih bisa berkembang dan bertambah," kata Zainut dalam keterangan tertulis dikutip Antara , Minggu (20/5/2018).

Sebelumnya, sempat ramai polemik mengenai daftar mubaligh yang dirilis Kemenag. Kontroversi terjadi karena ada sejumlah penceramah yang belum kunjung masuk daftar itu.

Atas hal ini, Zainut mengatakan MUI bisa memahami rekomendasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait nama-nama mubaligh yang dinilai memenuhi tiga indikator.

Indikator pertama, dai harus memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam. Kedua, penceramah harus mempunyai pengalaman yang cukup dalam berceramah. Menjadi penceramah tidak hanya menguasai konten, tetapi juga keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat. Ketiga, mubaligh harus terbukti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Menurut Menag, nama-nama tersebut diserap dari berbagai sumber.

"Namun demikian MUI yakin bahwa masih banyak nama-nama ulama, kyai atau mubaligh yang belum tercatat dan itu tidak berarti mubaligh tersebut tidak memenuhi tiga kategori di atas," katanya.

Zainut menambahkan, rekomendasi dari Kemenag itu bukan menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti tetapi hanya sebuah pertimbangan yang sifatnya tidak mengikat.

Meski ada daftar itu, lanjut dia, masyarakat memiliki hak untuk memilih penceramah agama yang sesuai dengan kebutuhannya.

"Memang sebaiknya tetap mengacu kepada tiga ketentuan yang sudah digariskan oleh Kemenag agar ceramah agama tidak keluar dari substansinya," kata dia.

Dia berharap masyarakat bisa menyikapi hal ini dengan bijaksana agar tidak menimbulkan kegaduhan yang justru bisa merusak suasana kekhusyukan puasa.(ant/tna)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.