KELANA KOTA

Penyerahan Jenazah Bayu Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 22 Mei 2018 | 11:42 WIB
Sepupu dari almarhum Bayu yang datang pada proses penyerahan itu, terlihat masih shock dan tidak kuasa menahan tangis. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Penyerahan jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana (38) di RS Bhayangkara Surabaya, diwarnai isak tangis keluarga, Selasa (22/5/2018). Sepupu dari almarhum Bayu yang datang pada proses penyerahan itu, terlihat masih shock dan tidak kuasa menahan tangis.

Bahkan salah satu keluarganya, tertunduk lemas ketika melihat jenazah Bayu, dimasukkan ke mobil jenazah yang akan mengantarkannya ke rumah duka.

Saat ditemui sejumlah awak media, keluarga korban menyatakan masih berduka dan enggan diwawancarai.

"Maaf, kami belum bisa ya," kata salah satu laki-laki kerabat Bayu, yang sedang menenangkan saudaranya yang masih menangis.

Penyerahan jenazah Bayu, berlangsung di depan Kamar Jenazah RS Bhayangkara. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Penyerahan jenazah Bayu, berlangsung di depan Kamar Jenazah RS Bhayangkara. Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim menyerahkan langsung surat kematian Bayu kepada pihak keluarga, sebagai bukti bahwa proses identifikasi pada korban selesai dan jenazah sudah diberikan kepada pihak keluarga.

Macfhud juga berharap, ke depan sudah tidak ada lagi insiden ledakan bom di Surabaya dan seluruh wilayah di Indonesia.

"Sudah final proses pemeriksaannya. Hari ini kami serahkan ke pihak keluarga, agar bisa segera dimakamkan. Kami semua berdoa, mudah-mudahn arwahnya diterima disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan berikutnya kami berharap tidak ada lagi korban," kata dia.

Jenazah Bayu akan disemayamkan di rumah duka Jalan Gubeng Kertajaya 1 No. 15 A. Setelah diterima oleh pihak keluarga, rencananya jenazah Bayu baru dimakamkan pada Rabu (23/5/2018) di TPU Keputih, dengan serangkaian doa dari Gereja dan di rumah duka.

Sekedar diketahui, Bayu merupakan relawan keamanan Gereja yang saat kejadian, dia sedang berjaga di pintu masuk gereja. Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim mengatakan Bayu menjadi salah satu korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, yang mencoba menghadang kedua pelaku bom bunuh diri untuk memasuki gereja. Saat dihadang, tiba-tiba saja bom meledak, dan Bayu tidak dapat menghindarinya. (ang/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.