KELANA KOTA

Pria Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Apartemen Surabaya

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 28 Mei 2018 | 14:36 WIB
Jenazah laki-laki diduga korban pembunuhan di Apartemen Educity Tower Harvard lantai 17, Mulyorejo Surabaya, Senin (28/5/2018), dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk proses autopsi. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk pada bagian perut dan dada di Apartemen Educity Tower Harvard lantai 17, Mulyorejo Surabaya, Senin (28/5/2018). AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

"Iya benar. Jenazah ditemukan Senin pagi. Pihak kepolisian baru mendapat informasi sekitar pukul 09.00 WIB," kata Sudamiran, Senin (28/5/2018).

Sudamiran menambahkan, korban diketahui bernama Agung Pribadi (40) beralamat di Jalan Salemba Tengah No.7, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Korban ditemukan meninggal oleh petugas engineering pada pukul 06.45 WIB tepat di kamar mandi.

Diduga korban meninggal dunia karena benda tajam atau dibunuh oleh seseorang. Hal ini dibenarkan AKBP Sudamiran karena ditemukan tiga luka tusuk di bagian perut dan bahu kanan atas. Kini, jenazah sudah dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk proses autopsi.

Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net, di sekitar TKP ditemukan beberapa barang bukti, diantaranya benda tajam seperti pisau, sebuah besi, bantal dengan bercak darah, dan lainnya. Saat ini barang bukti tersebut sudah diamankan di Polsek Mulyorejo.

Sementara, penyewa apartemen diduga berinisial EV, saat ini masih dicari oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Masih dalam pengembangan kasus ini, dan pengejaran terhadap beberapa saksi, salah satunya penyewa apartemen, yang sampai saat ini masih belum ditemukan keberadaannya," kata salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya. (ang/tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.